Take a fresh look at your lifestyle.

Rakernas Ke XIV Ismafarsi di Bali Berlangsung Ricuh, Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa

+100%-

Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia

Bali, (SultraDemoNews) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia (ISMAFARSI) menggelar aksi demonstran di salah satu hotel yang ada di Kota Denpasar, Bali p 28/10/19 lalu.

Menurut pantauan awak media sultrademo.co, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang seharusnya berlangsung aman itu, malah diwarnai kericuhan. Pasalnya, pada kegiatan yang mestinya dihadiri 62 Universitas tersebar di seluruh Indonesia dengan perwakilan masing-masing 3 sampai 10 orang mahasiswa, ternyata ada beberapa Universitas yang tidak diikutkan dalam rakernas tersebut.

Koordinator lapangan, Awal Rafiul Angkosono, menngungkapkan adanya penolakan pihak panitia terhadap beberapa Universitas di wilayah Indonesia Timur dan Sumatera 1 untuk mengikuti kegiatan Rakernas karena terlambat melunasi biaya registrasi, sebagai persyaratan yang diberikan pihak panitia.

“Pihak panitia yang tak lain adalah dari Universitas Udayana, secara tegas menolak Universitas dari wilayah Indonesia Timur dan Sumatra 1 untuk mengikuti rakernas dengan alasan tidak berlakunya mekanisme On The Spot, padahal alasan itu menurut kami tidak masuk akal, karena dari awal teman teman sudah memberitahu kendala mereka, kenapa mereka bayarnya secara ots,” ucapnya.

Ditambahkan Awal, Adapun alasan mengapa wilayah Indonesia Timur dan Sumatera 1 menginginkan mekanisme On The Spot dikarenakan tidak adanya keseimbangan proses pencairan dana, adanya beberapa daerah yang terkena musibah, dan beberapa LEM yang telah mengalami masa penutupan keuangan.

advertize

advertize

Ironisnya, tidak ada sedikitpun pertimbangan pihak panitia dengan adanya aksi tersebut, padahal, Wilayah Indonesia Timur dan Sumatera 1 hanya menginginkan ikut serta dalam forum dan tidak mengharapkan fasilitas.

Selain itu, ada polemik lain yang menggerogoti tubuh organisasi besar Farmasi ini, seperti yang disampaikan, Koordinator lapangan Awal Rafiul Angkosono menjelaskan agenda dan Polemik yang terjadi dalam kegiatan RAKERNAS ISMAFARSI XIV yaitu pelantikan dan pemaparan program kerja staf ahli nasional serta penyelewengan terhadap konstitusi.

“Pertama, pelantikan koordinator wilayah hanya diikuti oleh empat wilayah, sedangkan empat koordinator wilayah lainnya tidak dilantik secara langsung. Kedua, Sekjen dengan bangganya melantik staf ahli nasional yang beberapa diantaranya sudah jelas melanggar persyaratan yang tertera pada konstitusi yaitu salah satunya tidak mengikuti dua event nasional, dimana diantaranya SA eksternal, SA PSE, SA SEO, SA media publikasi. Yang kemudian Badan Pengawas membiarkan begitu saja,” kesalnya kepada awak media sultrademo.co melalui via Whatsapp.

Atas tindakan panitia itu, beberapa mahasiswa mengecam dan menolak dengan tegas hasil rakernas Ismafarsi yang ke XIV ini.

Sementara itu, hingga berita ini di terbitkan, pihak panitia telah dihubungi oleh awak media sultrademo.co untuk menanggapi persoalan yang dinaksud, namun pihaknya belum memberikan komentar, sama halnya dengan Sekjen Ismafarsi yang baru saja dilantik, beliau belum mengkonfirmasi kegaduhan tersebut. Kamis, 31/01/19.

Anggun Abubakar

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend