Take a fresh look at your lifestyle.

Lima Destinasi Wisata Ini Jadi Andalan Pelepas Penat di Kendari

+100%-

Kendari (SultraDemoNews) –Kota Kendari, Sulawesi Tenggara merupakan Ibu Kota Provinsi yang saat ini terus berbenah menjadi kota inspirasi.

Pemerintah Kota Kendari dari waktu ke waktu terus melakukan langkah-langkah kongkrit membangun peningkatan ekonomi dari berbagai sisi, salah satunya pengembangan pariwisata.

Sedikitnya, ada lima destinasi wisata di Kota Lulo yang hingga kini masih menjadi andalan pelepas penat warga Kota Kendari maupun dari luar.

Destiansi pertama adalah wisata Tugu Religi Sultra atau yang saat ini dikenal sebagai Tugu MTQ. Tempat ini merupakan icon utama Kota Kendari. Berdiri kokoh dengan tinggi 99 meter diambil dari jumlah Asmaul Husna (nama Allah).

Lokasi ini dulunya merupakan perumahan kumuh yang disulap menjadi tugu monumen Sultra, dan menjadi sentral event-event pemerintah yang ada di Kota Kendari maupun Pemprov Sultra.

Bahkan, hingga kini tempat ini menjadi pusat kuliner di Kota Kendari, dari pagi hingga sepertiga malam tempat ini tidak pernah sepi dari pengunjung untuk menikmati malam, diskusi dan menikmati berbagai sajian kuliner beraneka ragam

Kedua Masjid Al-Alam. Jika berjalan ke teluk Kendari pemandangan mengkilau dari kubah perak masjid akan memanjakan mata, yah dia berdiri kokoh di tengah laut dan dikenal dengan istilah masjid terapung.

Saat air laut pasang, masjid tersebut seperti terapung di atas air. Masjid mahakaryah pemerintahan Nur Alam- Saleh Lasata ini diberi nama masjid Al-alam Kendari yang hingga kini selalu jadi sorotan wisatawan untuk berkunjung dan melaksanakan ibadah sholat.

Terdapat banyak keunikan dari masjid ini, diantaranya memiliki 4 kubah berukuran sedang dan berdiri di sudut-sudut masjid.
Tempat ini merupakan wisata religi. Siapa saja berniat kesana sebaiknya berpakaian rapi dan sopan karena penjagaan ketat dan wajib berbusana santun. Tempat ini sangat cocok bagi pengunjung yang menyukai suasana damai, karena jauh dari hiruk pikuk jalan raya, hanya hembusan angin laut serta kicauan burung dari hutan bakau yang sesekali menemani.

Ketiga, Kebun Raya Kendari. Lokasi yang dulunya merupakan tempat penebangan kayu ilegal serta pertambangan pasir dan batu kini berubah menjadi kebun raya yang indah dengan luas 96 hektar.

advertize

advertize

Kebun yang dikelola oleh pemerintah Kota Kendari dan Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) ini memiliki 7.000 koleksi tanaman serta 22 hektar ruang publik yang digunakan untuk menikmati keindahan pemandangan perkebunan.

Dapat dipastikan, jika pengunjung sudah berada ditempat ini bakal enggan berbalik pulang, mata dan telinga dimanjakan suasana tenang dan berbagai tanaman. Kicauan burung menambah daya tarik tempat ini.

Hijau dedaunan, dan aliran sungai menambah kekayaan wisata kebun genjotan Pemkot Kendari ini, tak heran jika mahasiswa, peneliti kehutanan, flora dan fauna menjadikan kebun ini sebagai lokasi penelitian.

Keempat Teluk Kendari atau dikenal dengan sebutan Kendari Beach. Wisata ini merupakan tempat nongkrong anak muda Kendari kala senja hendak terbenam.

Bibir pantai tepat di jalan utama menjadi tempat tongkrongan masyarakat Kota Kendari untuk menikmati sejuknya angin laut sekaligus menjadi saksi terbenamnya matahari.

Dulunya, tempat ini sangat kontroversial karena maraknya Pekerja Seks Komersial (PSK) yang berkeliaran di malam hari. Namun sekarang atas kerja keras Pemkot dan seluruh elemen, tempat ini menjadi layak dikunjungi sebagai tempat melepas penat.

Sepanjang jalan teluk Kendari berjejer pedagang makanan hingga aneka pakayan.

Terakhir Pantai Nambo. Pantai ini merupakan salah satu wisata favorit masyarakat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Hamparan pasir putih yang membentang mejadi daya tarik masyarakat. Lokasinya pun tak jauh dari pusat kota, hanya 15 km dengan jarak tempuh 30 menit perjalanan.

Pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan Teluk Kendari, hutan bakau, dan aktivitas nelayan di jembatan kuning. Paling ramai dikunjungi dan sangat cocok menjadi pilihan wisata pada akhir pekan.

Penulis : Uci Lestari
Editor : AK

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend