Take a fresh look at your lifestyle.

Tempat Karaokenya Minta Ditutup, Oknum Polisi di Konsel Aniaya Kepala Dusun

+100%-

ANDOOLO, Sultrademo.co – Bripka Rahmat, anggota Kepolisian yang bertugas di Polsek Andoolo tega menganiaya Jambran (33) Kepala Dusun di Desa Andoolo Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Diduga penganiaan itu terjadi karena Kepala Dusun hendak memintanya menutup tempat karaoke yang kerap meresahkan masyarakat, ditambah lagi tidak memenuhi persyaratan perizinan (ilegal).

Jambran menjelaskan, dirinya dianiaya pada Jumat (2/8/2019) sekira pukul 08:00 Wita. Ketika itu dirinya dijemput anggota Bhabinkantimas Polsek Andoolo, Bripka Gulbahar untuk mengecek dan memastikan laporan keresahan masyarakat atas hadirnya tempat karaoke yang sering kali mengganggu ketenangan warga sekitar ketika larut malam hingga menjelang shubuh.

“Keributan yang terjadi disebabkan adanya tempat karaoke yang sekaligus menyediakan dan menjual minuman keras yang diketahui milik Bripka Rahmat, seorang anggota Polsek Andoolo,” ungkap Jambran.

“Kalian pulang saja tidak usah banyak urusan, dan kemudian dia masuk kedalam kamar. Saat dia keluar dari kamar dan langsung memegang kerah baju saya, mau memukul saya, tetapi ditahan dan dilerai anggota polisi lain, masih membekas dibawah leher saya bekas cakarannya,” tambah Jambran menjelaskan kronolisnya.

advertize

advertize

Sangat ia sayangakan mendapat perlakuan seperti itu, sambung Jambran, apalagi kehadiran dirinya saat itu sebagai aparat desa yang bertanggung jawab atas ketertiban lingkungannya.

Menurutnya, sebagai polisi, Bripka Rahmat harusnya bisa menjadi pengayom dan panutan masyarakat, namun yang terjadi malah sebaliknya karena oknum tersebut malah menjadi contoh buruk bagi masyarakat.

“Kami kesini, untuk menindak lanjuti laporan dari masyarakat, agar tempat karaoke tersebut ditutup,” tambahnya.

Perlakuan kasar Bripka Rahmat terhadap dirinya telah dilaporkannya ke Polsek Andoolo untuk diselesaikan secara hukum. Hal itu dibenarkan Kapolsek Andoolo, Iptu Trimo Mustafa, yang mengaku telah memanggil Kepala Dusun dan Bripka Rahmat.

“Ia benar, kami telah terima laporannya. Kedua bela pihak telah kami panggil, dan sudah ada kesepakan atur damai secara adat. Kedua bela pihak telah sepakat, untuk atur damai,” tutupnya.

Laporan : Adhin
Editor : Aliyadin Koteo

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend