Take a fresh look at your lifestyle.

Temui Kadis ESDM, PT WIN Beri Penjelasan dan Minta Petunjuk

+100%-

KENDARI,Sultrademo.co – PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) hari ini menemui Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sultra.

Dalam kunjungan itu, PT WIN nampaknya tidak sendiri dan ditemani oleh pemerintah Desa Torobulu dan tokoh masyarakat setempat.

Dihadapan Kadis ESDM, Manager Operasional PT WIN, Irwan menjelaskan bahwa penambangan di sekitaran sekolah di Torobulu itu tidaklah benar jika dituding perusahaan mendulang keuntungan.

Pihaknya hanya menuruti permintaan sekolah dan masyarakat. PT WIN, sambung dia tidak akan berani melakukan itu kalau bukan atas permintaan sekolah dan warga. “Kami justru berbuat karena diminta, warga lingkar tambang yang meminta pak, kami sangat tahu aturan, dan tentu tidak akan dibiarkan warga jika tanpa restu mereka,” kata Irwan di hadapan Kadis ESDM.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Desa Torobulu, La Ode Musripu, ia mengatakan bahwa semua itu atas permintaan warga. Bahkan lanjut dia, warga sudah sering kali meminta bantuan perusahaan untuk menurunkan alat dan tenaga, termaksud materi untuk memperluas sungai, dan memperbaiki jalan dan lorong yang menjadi akses disana.

Ketgam : Kadis ESDM Sultra, bersama PT WIN, Pemerintah Desa Torobulu, dan  tokoh Masyarakat Desa Torobulu saat berdiskusi di ruang Kadis ESDM
advertize

advertize

Kasmarudin, tokoh masyarakat menambahkan, jika kritikan dan koreksi atas niatan perusahaan dalam hal ini PT WIN meratakan tebing gunung yang ada di belakang sekolah justru datang dari oknum yang hanya beropini dan membawa informasi sepihak.

Menurut dia, warga setempat justru menginginkan, dan menyepakati hal itu. Apalagi selama ini, fasilitas umum seperti air bersih, perbaikan masjid, dan lainnya sudah dipenuhi perusahaan.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas ESDM, Andi Asis mengapresiasi niatan perusahaan untuk mengklarifikasi, dia memberi penegasan, bahwa apapun dalilnya, pihaknya tidak menginginkan masyarakat, perusahaan, apalagi pemerintah melanggar aturan.

Dia menyarankan supaya apapun yang dilakukan masyarakat, pemerintah setempat, dan perusahaan selalu memperhatikan koridor dan mesti koordinatif.

“Tentu itu sangat baik, jika itu sudah kesepakatan bersama dan permintaan warga dan sekolah, perusahaan bekerja untuk kepentingan masyarakat, hanya saja kami menegaskan supaya lebih koordinatif lagi, supaya semua bisa kita pantau di lapangan dan tidak terjadi misskomunukasi,” imbuhnya,” Jum’at 9/8.

Laporan : Jms
Editor : AK

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend