Take a fresh look at your lifestyle.

Adat Katoba Muslim Muna, Begini Pandangan Dosen IAIN

+100%-

Kendari, Sultrademo.co– Adat Katoba yang menjadi identitas muslim Muna akhirnya menjadi topik menarik yang dibukukan.

Tidak hanya disitu, Adat Katoba Muslim Muna itu juga menjadi topik pembicaraan pada acara cofee morning yang digelar di Kedai Ratu Alam kemarin, Senin 19/8.

Dr. Aslia, salah satu Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, yang juga menjabat sebagai ketua Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat IAIN itu menjelaskan, adat katoba sebagai sebuah identitas dan kebudayaan muslim Suku Muna yang dibukukan dan diberi pengantar seorang maha guru, Prof Heddy merupakan warisan intelektual yang tidak akan pernah dilupakan karena disusun pada saat perjalanan menuju Jerman.

Pertama, kata dia, muatan menjaga adat termaksud katoba seperti dalam buku dimaksud merupakan karya yang berisi bagaimana masyarakat Muna memaknai simbol-simbol dalam adat Katoba, baik simbol identitas maupun religius.

Kedua, mengutip definsi prof Heddy, tidak lain adalah cara masyarakat muna menegaskan identitasnya bahwa “Katoba adalah muslim Muna”

advertize

advertize

Disamping itu, sambungnya, Katoba dimaknai sebagai islam yang realistis, dan bukan islam imagine. Agama yang tidak hanya khayalan, tetapi hidup dan menjadi ruh dalam setiap siklus kehidupan muslim Muna.

“Sebuah ilustrasi, ketika seseorang sakaratul maut, maka tokoh masyarakat menuntun untuk bisa mudah mengucapkan kalimat la ilaha illa Allah juga disebut Katoba,” urainya mengumpamakan.

Katoba juga selalu dihubungkan dengan ritual sebelum dan sesudahnya. Temuan buku ini, Katoba merupakan ritual yang dilestarikan oleh muslim Muna setelah yang bersangkutan telah dilakukan Kangkilo. sebuah ritual yang boleh dikerjakan secara individu dan tidak diwajibkan. Sementara pasca katoba, masyarakat Muna juga melestarikan ritual Karia. Ritual ini juga tidak wajib dan boleh dikerjakan individu. Katoba ritual yang syarat dengan pelibatan orang lain dan menjadi wajib, terutama pada anak-anak menuju remaja, yakni usia 7-15 tahun.

“Proses Katoba dapat dipahami melalui proses “pra Katoba-Katoba-pasca Katoba,” jelasnya.

Untuk diketahui, Katoba merupakan salah satu upacara adat keagamaan Islam masyarakat Suku Muna di Sulawesi Tenggara, Indonesia, bagi anak-anak berusia menjelang akil balik. Pada upacara adat ini, anak-anak diberi sejumlah nasihat oleh seorang imam. Upacara ini biasanya dilakukan sehari setelah upacara kangkilo, yaitu khitan.

Redaksi

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend