Take a fresh look at your lifestyle.

Rehab Sekolah se Kabupaten Konawe Terindikasi Banyak Temuan

+100%-

Konawe, Sultrademo.co – Hampir bisa dipastikan, keseluruhan sekolah dasar yang mendapat bantuan rehab berat dengan kucuran anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 200 hingga 400 juta diduga nyaris disalahgunakan.

Pasalnya, dari hasil pemantauan awak media, ada puluhan sekolah dasar yang dalam RAB dan gambar harus membongkar, dan atau mengganti keseluruhan balok atau rangka kap atap, tapi faktanya tidak dilakukan, kalaupun dilakukan hanya sebagian saja dan hanya menggunakan kayu yang tidak sesuai dengan petunjuk RAB, tidak hanya itu, volume penggunaan dan pemasangan kuda-kuda juga jauh dari yang seharusnya.

Beberapa kepala sekolah yang ditemui, tak menampik, mereka hanya mengatakan mendapat arahan dari konsultan. Sementara kepala tukang yang dimintai keterangannya menyebut atas perintah kepala sekolah.

Awak media telah berusaha mengonfirmasi bagian Dikdas Dikbud Konawe, Tira, S.Pd, namun dia hanya merespon akan melakukan sidak jika benar adanya pekerjaan diluar dari RAB dan gambar.

“Kami akan melakukan sidak dinda jika ada yang melakukan begitu maka kita bongkar,” katanya saat dikoonfirmasi beberapa hari lalu.

Ditempat terpisah, Jecky konsultan rehab berat gedung sekolah se kabupaten Konawe juga tidak membantah dan menyebut bahwa semua sekolah masih proses pekerjaan.

“Sejauh ini semua dikerjakan sesuai gambar dan RAB, tapi jika ada diluar itu kita kan pastikan di lapangan benar atau tidak,” ujarnya.

advertize

advertize

Berbeda dengan Kepala Dinas Pendidikan Konawe, Suriyadi. Saat ditemui Suriyadi mengakui jika dirinya pernah mendapati beberapa sekolah tidak mengganti kayu untuk kuda-kuda, ada juga yang mengganti tapi menggunakan kayu merah.

“Memang dinda ada bahkan pernah saya suruh kepala sekolah dia harus bongkar cepat karena tidak mengganti,” bebernya.

Namun begitu dia menyarankan awak media untuk meminta penjelasan ke bagian Dikdas, sebab pekerjaan itu swakelola dan ditangani langsung oleh Dikdas dan Konsultan.

Sementara itu, salah satu pengamat arsitektur bangunan, Hendra yang ditemui menjelaskan, berdasarkan gambar dan RAB, sudah bisa dipastikan puluhan sekolah di Konawe dikerjakan asal dan terindikasi banyak temuan.

Hendra juga menyebut, bahwa dirinya telah mendengar informasi tidak adanya pengawasan ketat dari Dikbud Konawe, bahkan cenderung dibiarkan dan disengaja, dia menduga telah terjadi kongkalingkong dan upaya meraup keuntungan di balik pekerjaan itu.

“hampir  bangunan sekolah sudah hampir rampung, struktur rangkanya banyak tidak diganti, kalaupun diganti hanya beberapa batang, dan menggunakan kayu merah, itu tidak begitu di RAB, sekarang sekolah sudah diatap cepat, ditutupi, rangka flafond juga begitu, tapi tidak ada pembongkaran, dikbud tidak menindaki itu, mereka hanya berdalih mau sidak, mau dibongkar tapi faktanya tidak sampai sekarang, coba kalian cek sendiri dilapangan,” katanya kepada Sultrademo.

Laporan Jumardin
Editor : Aliyadin Koteo

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend