Take a fresh look at your lifestyle.

IPPMIK Geruduk Kantor Bupati, Kerry “Ghaib” Wabub Konawe yang “Keok”

+100%-

Konawe, Sultrademo.co– Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Konawe, (IPPMIK) Kendari hari ini, Rabu 11/9 geruduk Kantor Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara untuk menagih janji bupati terkait pembangunan asrama mahasiswa yang tak kunjung diwujudkan.

Sebagaimana diketahui, Pemda Konawe, melalui Wakil Ketua DPRD Konawe, Rusdianto pernah menandatangani surat pernyataan pembangunan asrama mahasiswa pada tahun 2015 lalu. Tapi rupanya itu fiktif dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Empat tahun lamanya menunggu, hari ini IPPMIK dengan kekuatan penuh geruduk Kantor Bupati Konawe, sayangnya, Bupati Konawe Kerry Saiful Konggoasa “Ghaib” hilang tak diketahui rimbanya. Entah tidak berani menemui mahasiswa karena janji yang tidak pernah diwujudkan, atau memang ada agenda di luar.

Akibatnya, massa aksi memaksa masuk di kantor bupati hingga terjadi aksi saling dorong dengan pihak Sat Pol PP dan kepolisian, tak tanggung-tanggung pintu gerbang masuk kantor bupati rusak ditumbangkan amukan massa aksi.

advertize

advertize

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara yang sedang berada di kantor menjadi tumpuan sasaran massa aksi, ia dibuat “keok” dan tak dapat berdalih apalagi menolak tuntutan massa aksi.

Dihadapan massa aksi, Mantan Ketua DPRD Konawe itu menegaskan dia dan Bupati Konawe adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, sehingga apapun yang menjadi keputusannya pasti akan dapat terwujud, dan tidak akan menjadi janji belaka.

“Saya jaminkan jabatan saya, jika paling lambat 2020 tidak ada asrama mahasiswa saya mundur dari jabatan saya, selain kita punya APBD, kita juga punya 21 perusaahan tambang, mereka akan menanggung itu, melalui CSR, terkaiyt janji wakil DPRD 2015 lalu, saya tidak tau dan bukan saya yang janji, tapi wakil ketua DPRD, tapi yang pasti kalau sudah saya tanda -tangan ini pasti akan terwujud, ” katanya yang diperkuat dengan surat pernyataan yang ditanda-tangani di depan seluruh massa aksi.

Ketua IPPMIK Arjuna menegaskan, jika surat pernyataan yang sekaligus janji Wabub konawe itu tidak dapat diwujudkan sesuai tenggang waktu, maka pihaknya memastikan akan kembali dengan massa lebih banyak dan tidak akan ada ampunan bagi Pemda.

“Saya pastikan itu pak wakil, jika ini adalah kebohongan, saya pastikan kami akan kembali kesini sekalipun harus ada pertumpahan darah, ” tegasnya dihadapan Gusli.

Laporan : Aliyadin
Editor : AK

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend