Take a fresh look at your lifestyle.

Terimakasih Mahasiswa 2019

Oleh: Subhan Alba Bisyri (Aktivis Jaringan Indonesia)

+100%-

Jakarta , 25/9/19

Gelombang demo mahasiswa terbesar setelah ’98, tiba tiba muncul karena memprotes kebijakan DPR dan Presiden yang dinilai keliru. Saya terharu bercampur bangga. Bila “mahasiswa sudah demo maka itulah kebenaran yang sesungguhnya”.
wahai polisi, Jaga keamanan baik baik “demo mahasiswa”. Wahai provokator yang punya agenda pribadi jangan tunggangi “nurani mahasiswa”.

Percayalah. Bila mahasiswa sudah demo. Diberbagai provinsi dan kota. Dalam isu yang sama. Ini pasti DPR dan Pemerintah ada yang perlu diperbaiki. Segera lepaskan segala ego. Presiden DPR dan mahasiswa, duduk satu meja untuk ijtihad politik demi kepentingan bangsa.

Ahirnya suara mahasiswa didengar oleh DPR yang sedang bersidang, untuk menunda pengesahan RUU, walaupun belum semuanya RUU yang dikehendaki. Ini RUU kontroversial yang memicu gelombang demo: RUU KUHP ( Kitab Undang Undang Hukum Pidana) pengesahannya ditunda. RUU Pemasyarakatan, pengesahannya ditunda. RUU Pertanahan dan RUU Minerba (Mineral dan batubara) belum masuk tahapan pengambilan keputusan.

advertize

advertize

RUU KPK disahkan menjadi UU pada rapat paripurna DPR, 17/9/2019. RUU MD3 disahkan di rapat paripurna DPR , 16/9/2019. RUU Sumberdaya Air disahkan dalam paripurna DPR 17/9/2019. RUU PKS ( Penghapusan Kekerasan Seksual), Rapat panja 26/8/2019. ( Kompas.25/9).

Demo Mahasiswa berhasil mengingatkan DPR, dan anggota DPR juga berhasil mendengarkan suara mahasiswa yang ahirnya menunda mengesahkan RUU yang menjadi tuntutan Mahasiswa, yaitu menunda pengesahan RUU KUHP. Yang masih menjadi ganjalan yaitu RUU KPK sudah di sahkan. Sebagai kanal yang harus ditempuh adalah; Perpu dari presiden untuk membatalkan UU KPK atau judicial Review di Mahkamah konstitusi.

Ada 22 titik lokasi aksi mahasiswa menyuarakan issue yang sama: 1)di Jakarta depan gedung DPRRI., 2).Yogyakarta, jalan Gejayan delman. 3) Makasar , di Jl Urip Sumoharjo. 4) Samarinda, depan gerbang DPRD Kaltim. 5). Cirebon depan gedung DPRD Cirebon. 6) Jember ,di depan Gedung DPRD Jember. 7). Malang, depan gedung DPRD Malang. 8) Balikpapan , depan Gedung DPRD Balikpapan. 9).Purwokerto , di alun alun Purwokerto . 10) Bandung , depan gedung DPRD Jabar. 11). Solo , depan DPRD Surakarta. 12). Palembang , depan Gedung DPRD Sumatra Selatan. 13) Tarakan, depan DPRD Tarakan Kalimantan Timur. 14). Palangkaraya , depan DPRD Kalimantan Tengah. 15) Medan, depan DPRD Sumatera Utara. 16). Kendari, gedung DPRD Sulawesi Tenggara. 17) Jambi, DPRD Jambi. 18) . Denpasar, lapangan Bajra Sandi Renon. 19). Semarang, DPRD Jawa Tengah. 20). Bogor, depan Balikota. 21) Lampung, Gedung DPRD Lampung. 22). Palu, gedung DPRD Sulawesi Tengah. Terjadi di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.(Tempo 23-24/9).

Saya sebagai anggota Masyarakat pasti sangat bangga pada “gerakan nurani mahasiswa” yang muncul sebagai filter pada saat saat dibutuhkan.

Mungkin ada provokator, atau kepentingan politik, yang ingin menunggangi, gerakan mahasiswa. agar menurunkan Jokowi atau menggagalkan pelantikan Presiden 20 Oktober nanti. Tapi , gerakan idealisme mahasiswa yang saya lihat diberbagai provinsi dan kabupaten kota , masih murni tanpa ada kepentingan politik menurunkan atau menggagalkan pelantikan presiden. Gerakan Mahasiswa 23-24 September masih fokus pada agenda mengkontrol pengesahan beberapa RUU kontroversial itu.

Terimakasih wahai mahasiswa 2019. Kau telah menyelamatkan bangsa ini dari kekeliruan.

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend