Take a fresh look at your lifestyle.

Benteng Pertahanan Wilayah Kota Kendari

+100%-

Kendari, Sultrademo.co Pemerintah Kota, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari melakukan kunjungan langsung di beberapa titik situs bersejarah peniggalan Kolonial Belanda dan Jepang .

Banyak peninggalan Kolonial Belanda dan Jepang di Kota Kendari mulai dari jejak sejarah Pilbox, Lokasi titik 0 kilometer, meriam dan lain-lain.

Ketgam : Makam Belanda

Pada zaman kerajaan hingga kolonial penjajah Belanda maupun Jepang, Kota Kendari yang dikenal dengan kota lulo ini, memiliki banyak situs peninggalan sejarah salah satunya yakni komplek makam pulau pandan yang ada di kelurahan Lapulu.

Disebut pulau Pandan karena di lokasi tersebut banyak terdapat tanaman pandan. Dan yang menjadi pusat perhatian yakni sebuah bangkai pohon besar yang masih berdiri di tengah-tengah makam, dan menurut keterangan warga sekitar, itu merupakan pohon lontar yg sudah berumur ribuan tahun.

Dan salah satu makam yang ada di pulau pandan yakni makam Mallarangeng Patta Rani Puang Rainang Petta Sundari raja leluhur Laiwoi beliau adalah mujahid penyiar islam di tanah Tolaki khususnya Kendari, Konawe, dan wawonii, ia juga pemimpin dari seluruh masyarakat di pulau pandan, selain itu terdapat pula beberapa makam belanda.

advertize

advertize

Ketgam: Bangkai Pohon Lontar

Salah satu Narasumber Kepala Seksi Pengawasan Cagar Budaya dan Permesiuman Kota kendari Putra Mahkota laiwoi Anakia Endry, Irwan Tekaka menjelaskan makam Pulau pandan merupakan atribut atau bagian dari pada kawasan makam benteng sistem pertahanan yang ada.

“Beliau-beliau yang di makamkan adalah para pasukan, ketika masa pemerintahan kolonial yang pada saat itu perampok-perampok sangat kejam dan sadis sehingga beliau-beliau yang ada makam di pulau pandan adalah leluhur kita yang benar-benar mempertahanakan kota kendari,” jelasnya

Dia juga menambahkan situs sejarah masih dalam intervertasi sementara dari beberapa ahli-ahli salah satunya arkeolog.

“Kedepannya situs sejarah yang ada dan yang telah di ketahui keberadaannya akan di kaji lebih dalam lagi sehingga bisa di tetapkan secara paten,” tutupnya.

Laporan : Ilf
Edutor :AK

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend