Take a fresh look at your lifestyle.

Indonesia Darurat Narkoba, Pemkot Kendari Komitmen Minimalisir

+100%-

Kendari,  Sultrademo.co– Jika diamati, Narkoba telah masuk hampir ke seluruh wilayah danelemen masyarakat.

Tidak memandang status, tingkat pendidikan ataupun strata lainnya. Dari sisi usia, narkoba juga tak pernah memilih korbannya mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan lanjut usia.

Hasil survei nasional, penyalahgunaan narkoba di tahun 2017 oleh Badan Narkotika Basional (BNN) serta Universitas Indonesia menunjukan penyalahgunaan narkoba telah mencapai angka 3,3 juta orang (1,77%) dari jumlah tersebut. 59,53 % diantaranya merupakan pengguna narkoba coba pakai. 27,25% kategori pengguna narkoba teratur pakai. Pecandu non suntik 14,497% dan 1,73% termasuk pecandu suntik.

Demikian juga penyalaahgunaan narkoba di Provinsi Sulawesi Tenggara, terdapat 29.012 orang atau 1,58% penduduk yang menyalahgunakan narkoba. Namun hanya 4% atau setara 1.150 orang yang menjalani program rehabilitasi.

Hal ini disebabkan minimnya tempat layanan rehabilitasi. Yang tersedia hanya delapan fasilitas layanan rehabilitasi yaitu rumah sakit jiwa, bhayangkara, klinik pratama BNNP, klinik pratama BNN kota Kendari, klinik Pratama BNN kabupaten kolaka, serta klinik BIDDOKES polda sultra.

advertize

advertize

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Kendari (pemkot) dalam hal ini Walikota Kendari Zulkarnain bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Kendari akan melakukan rehabilitasi korban pengguna.

“Kita sadari betul bahwa bahaya narkoba ini kan sudah sangat mengkhawatirkan bahkan ada istilah darurat narkoba kita berharap penanganan narkoba di Kota Kendari bisa semakin baik dan berharap dengan adanya program Bersinar (Bersih dari Narkoba) betul betul bisa terwujud dan kita terus berupaya dan berkomitmen untuk itu,” tegas Zulkarnain usai membuka lounching program rehabilitasi pecandu narkoba di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari.Senin, 08/10/19.

Pihaknya berjanji, akan terus melakukan terobosan- terobosan untuk memastikan peredaran narkoba dapat diminimalisir.

“Bahkan kalau perlu ini akan menjadi proyek tersendiri bagi pemerintah Kota Kendari,” pungkas dia.

 

Laporan : Hani

Editor AK

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend