Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati Butur dan Dirjen Perkebunan Teken MOU Pengembangan Jambu Mete dan Kelapa

+100%-

Kendari, Sultrademo.co (3/11) Bupati Buton Utara, Abu Hasan bersama Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono teken Memorandum Of Understanding (MOU) kerjasama pengembangan produk unggulan di kawasan Jambu Mete dan Kelapa daerah Buton Utara.

Dalam MOU tersebut bekerjasama dengan PT. Krambil Idjo Jogja, Direktur Utama Syaukani. MOU ini merupakan rangkaian Kegiatan Temu Bisnis dalam Agenda Hari Pangan Se-dunia (HPS) di Hotel Plaza Inn.

Kegiatan ini dibuka Direktur Jenderal Perkebunan dan dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Kolaka Utara, Bupati Buton Utara, Sekretariat Daerah Provinsi/ Kabupaten/ Kota se-provinsi Sulawesi Tenggara dan perwakilan dari Dinas yang membidangi pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, perindustrian, koperasi dan UMKM.

Dengan posisi yang saling menguntungkan (win-win solution), secara alami kemitraan akan berkelanjutan yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. “Selain itu. melalui kemitraan maka rantai pasok menjadi pendek dan efisien,” Jelas Dirjen perkebunan, Kasdi Subagyono

Sebelumnya, telah sukses dalam membangun kemitraan dari 4 komoditas pertanian (kakao, daging sapi, beras organik dan sayuran).

Diharapkan para peserta yang hadir mendapatkan informasi yang dapat memberikan inspirasi tentang bagaimana pentingnya membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara petani dan pelaku usaha.

advertize

advertize

“Sekarang kita mengganti prioritas seperti di kawasan Buton Utara, kita berfokus pada pengembangan produk unggulan di kawasan Jambu Mete dan Kelapa,” tambahnya.

“Kalau dalam mode kawasan, banyak hal menjadi lebih efisien dan petani yang lebih diuntungkan dalam segala hal,” ujarnya.

Di tempat yang sama Bupati Buton Utara, Abu Hasan menjelaskan, lahan di Butur masih tersedia untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan. Tinggal Masyarakatnya khususnya pemuda-pemudinya di dorong untuk bersinergi dengan Pemda dalam membangun daerah. “Yang utama adalah persoalan kelestarian Lingkungan,” ujarnya.

Melihat trend pasar sekarang, lanjut Abu Hasan, masyarakat sekarang sangat menjaga pola makannya. Mereka lebih mengutamakan pola makan yang sehat, sehingga permintaan pasar terhadap produk-produk pertanian dan perkebunan organic sangat menjanjikan.

Untuk menembus pasar Eropa, kita harus menyiapkan standar internasional dan sementara ini kita siapkan. “Berbeda dengan pasar Asia yang hanya butuh standar Nasional,” tambahnya.

Untuk MOU, menurut Abu Hasan, sekarang kawasan berbasis kelapa sudah ada luasan lahan 7000 hektar. Tentunya bersamaan dengan meningkatkan nilai-nilai di masyarakat serta melakukan pelatihan-pelatihan, agar keluaran produk-produk Buton Utara tetap terjaga kualitasnya,” tutupnya.

Laporan:Irvan

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend