Take a fresh look at your lifestyle.

Prof Dr Siti Zuhro: KAHMI Didirikan untuk Berkontribusi Terhadap NKRI

+100%-

Kendari, Sultrademo.co (4/11) Menyambut Hari Pangan Se-dunia, KAHMI wilayah Sulawesi Tenggara mengapresiasi dengan mengadakan Kahmi Forever Jalan Sehat (KFJS), serta sejumlah rangkaian acara lainnya.

Rangakain kegiatan KAHMI ditutup dengan diskusi bertema 1 jam bersama Prof. Dr. Siti Zuhro, Koordinator Presidium KAHMI Nasional di salah satu hotel di Kendari, tadi malam (3/11).

Siti Zuhro menjelaskan, KAHMI didirikan tidak lain, tidak bukan untuk berkontribusi terhadap NKRI. “Sebagai alumni, kita harus memegang teguh 5 insan cita,” ujarnya didampingi Prof Dr Masihu Kamaluddin, alumni HMI yang juga Rektor Unilaki.

Dikatakan, KAHMI itu tempat kita berdedikasi dan selalu mengedepankan keikhlasan dalam berbuat. “Mengutamakan konsolidasi dan terus berkontribusi untuk NKRI,” tandasnya.

Di HMI, lanjut Siti Zuhro, kaderisasi tidak boleh ada perpecahan dan selalu mengutamakan kualitas. “Saya ingin HMI itu satu. Tidak boleh ada sekat-sekat, tidak boleh ada DIPO dan MPO. Di KAHMI pun ujung-ujungnya satu, baik dari DIPO dan MPO,” harapnya.

Dia menyatakan, dirinya jadi presidium KAHMI Nasional tidak mengeluarkan ongkos. Harapannya, di tataran HMI dalam berkongres tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos, dan lebih mengutamakan kualitas.

“Idealisme itu jadi tumpul ketika kita selalu diberikan kenikmatan. Kita juga harus mengutamakan kesederhanaan,” ujarnya.

Menurut Siti Zuhro, KAHMI harus selalu melihat persoalan bangsa dan terlibat di dalamnya. Begitu pun di daerah, KAHMI wilayah dan daerah harus tetap proaktif dalam memberi sumbangsih pemikiran terhadap pemerintah daerahnya.

advertize

advertize

Politiknya KAHMI adalah politik moral dan bukan apolotik.
Bagaimana tetap membuat KAHMI menjadi organisasi yang tidak partisan, namun mempersilahkan kader-kadernya untuk berpolitik praktis tanpa mengatasnamakan KAHMI.

Percaturan politik kita menuju ketidakpastian, karena para partai politik hanya mengedepankan kepentingan peribadi dan kelompok dan mengenyampingkan kepentingan masyarakat. “HMI dan KAHMI harus mengambil peran,” harapnya.
(ket foto : Irvan)

Siti Zuhro menyarankan agar KAHMI Sultra dalam menghadapi Pilkada 2020, mendorong kader-kadernya yang berkualitas. Dengan kekuatan yang dimiliki keluarga besar HMI-KAHMI di Sultra,
diharapkan bisa terefleksikan melalui kader-kader insan cita yang akan hadir itu “the best man on the best” atau orang yang terbaik dari yang terbaik.

Hal itu tentu memberikan opsi yang sangat mencerahkan masyarakat. Masyarakat pun memilih satu calon kepala daerah yang bisa mewujudkan kemajuan daerah. “Kader-kader KAHMI harus mampu menunjukkan Pionernya, sehingga tidak hanya keluarga besar KAHMI yang bangga dan merasa gembira tapi juga masyarakat yang dioimlinnya,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Laode Masihu Kamaluddin (LMK) justru menyoroti politik OBOR China. “Kita tidak boleh ketinggalan dari negara-negara seperti China atau india. Kita sudah memiliki semuanya, tinggal bagaimana kita bersama-sama untuk menciptakan dan menyaingi negara-negara lain,” ujarnya.

Diskusi yang dioandi Sementara Adwi, mantan Aktivis Lingkungan berkomentar, KAHMI harus lebih giat lagi dalam mengadvokasi lingkungan, baik dalama bentuk diskusi publik atau ranah lainnya.

Mastri Susilo yang juga Sekum Wilayah KAHMI Sultra dan Rulia Panitia KFJS berharap kepada adik-adik di HMI ataupun KAHMI agar sering-sering menggelar diskusi dengan para tokoh, untuk berbagi pembelajaran dan pengalaman.

Kegiatan ini di hadiri langsung Oleh Koordinator Presidium KAHMI Nasional, Prof. Dr. Siti Zuhro yang dipandu Azis Darise ini dihadiri sejumlah alumni diantaranya, Mastri Susilo Sekum KAHMI Wilayah Sultra, Nadira Mantan Ketua PB Kohati era Anas, Rulia Ketua Panitia KFJS serta sejumlah alumni beserta kader HMI lainnya.

Laporan: Irvan

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend