Take a fresh look at your lifestyle.

Abu Hasan Resmikan Pabrik Kelapa Terpadu BUNDESMA TOLASARO

+100%-

Butur, sultrademo.co – Keputusan Bupati Buton Utara untuk tetap fokus pada pengembangan komoditas unggulan merupakan langkah tepat dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi kerakyatan.  

4 (empat) Komoditi Unggulan Kabupaten Buton Utara, seperti Kelapa, Beras, Jambu Mete dan Rumput Laut, kini menjadi peluang bisnis baru bagi daerah Buton Utara dan sekaligus menjadi jawaban dari masalah perekonomian yang dihadapi masyarakat khususnya para petani akibat anjloknya ekonomi pasar global.

“Kalau masyarakat dan pemerintah saling mempercayai, bekerjasama mendorong lahirnya Industri-industri pada sentra-sentra komoditi tersebut, yakin dan percaya Buton Utara akan menjadi pusat ekonomi baru bagi Prov. Sulawesi Tenggara” Ungkap Bupati Butur H. Abu Hasan.

Beberapa komoditas unggulan Butur satu persatu mulai dikembangkan pengelolaannya. Setelah pengelolaan beras organik, Selasa kemarin (3/12/2019), H. Abu Hasan melaunching dan meresmikan pabrik kelapa terpadu BUMDESMA TOSALARO Desa Wamboule Kecamatan Kulisusu Utara.

Diharpkan BUMDESMA TOSALARO melalui Pabrik Kelapa terpadunya menjadi sebuah industri baru yang diproyeksikan dapat memanfaatkan semua unsur pada buah kelapa, mulai dari sabut, batok, daging, hingga air kelapa, dengan memproduksi, Coco Fiber, Coco Peat, Arang / Briket Batok, Asap Cair, VCO, CCO, Pakan Ternak, Galeno, Santan Cair, dan Nata de Coco. Namun, untuk tahap pertama peralatan dan mesin belum lengkap sehingga sabut kelapa dan air kelapa belum dapat diproses.

Adapun kapasitas Produksi dari pabrik kelapa yang baru saja diresmikan oleh Bupati Butur berupa 1 set mesin produksi yang terdiri dari : Mesin parut, Mesin Peras Santan, Mixer Dingin Double Jacket, Mixer Hangat Double Jacket, Mesin Sentrifuse, Mesin Vakum Filter dan Mesin Evaporator. Industri Kelapa Terpadu TOSALARO BUTON UTARA mampu memproduksi 1.000 – 1.500 butir kelapa per shift per hari.

Jika output yang diharapkan berupa VCO (virgin coconut oil) maka rasio output maksimal berada di 5% yaitu sekitar 50 ltr – 75 ltr per shift per hari, namun jika output yang diharapkan adalah CCO (Coconut Cooking Oil) maka rasio output maksimal berada di 10% yaitu sekitar 100 ltr – 150 ltr per shift per hari.

Komentar FB

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

Send this to a friend