Take a fresh look at your lifestyle.

Forhati Gelar Diskusi Dalam Rangka Mendukung Program Ketahanan Keluarga Pemda Kota Kendari

+100%-

Kendari, Sultrademo.co (29/12)- Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Majelis Daerah(MD) Kendari gelar diskusi dalam Rangka mendukung Program ketahanan keluarga Pemerintah daerah (Pemda) Kota Kendari, Sabtu (28/12/2019).

MD Forhati Kendari, menyelenggarakan diskusi ketahanan keluarga dengan tema “Ibu sebagai madrasah pertama, siapa selanjutnya?” bertempat di pondok Arafah
Kecamatan Kadia Kendari.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri, Sekda Kota Kendari H. Nahwa Umar, SE. Mm,
MD Forhati Kendari Rahmawati Azy, Presidium Forhati Sultra Wa Ode Siti Muawiyah dan Moderator Waode Sriwayu yang juga Praktisi Parenting

“Selain ibu, peran ayah dalam mendidik anak juga sangat dibutuhkan,” kata Rahmawati Azy, S.sos

Tujuan diskusi ini, lanjutnya, bagaimana memasukkan peran ayah dalam kota ramah anak ini. Bukan hanya dari segi infrastrukturnya, tapi memberikan pendidikan secara komprehensif sampai masuk ke dalam rumah tangga.

“Kehadiran ayah juga menjadi penentu, karena ia sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Ayah harus mampu mengambil kendali dan tidak memasukan sifat egoisme yang bisa merusak keutuhan rumah tangganya,” papar Azi yang juga Korwil Sulawesi dan Maluku Hebat Community.

Lanjutnya, kegiatan ini menjadi titik awal untuk terus menerus dikenalkan kepada masyarakat sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupan.

Senada dengan itu Praktisi Parenting Waode Sriwayu, memaparkan pendidikan pertama dalam keluarga itu sangat penting. Orang tua harus menyediakan kurikulum tersendiri tentang pendidikan anaknya.

“Mulai dari menyeleksi calon pasangan, karena orang tua yang baik akan memberikan pendidikan yang baik pula untuk anak-anaknya,” ujarnya.

Lanjut dia, pendidikan untuk anak itu dimulai sejak dalam kandungan. Mulai dari membiasakan hal-hal positif karena itu akan terekam di bawah sadar jabang bayi.

“Sedangkan diusia tiga sampai enam tahun peran ayah sangat dibutuhkan agar sang anak bisa mendeteksi gendernya dengan tegas selain itu bisa menghindarkan dari pengaruh LGBT,” terangnya.

Presidium Forhati Sultra Wa Ode Siti Muawiyah menjelaskan anak perempuan harus  dekat dengan ayahnya agar meningkatkan kecerdasan emosionalnya. Sehingga dia bisa membedakan laki-laki yang baik dan tidak.

kalau anak laki-laki harus dekat sama ibunya. Agar ia bisa mengerti dan tahu bagaimana cara memperlakukan perempuan. Sehingga dapat mengurangi  tindak kekerasan.

“Peran ayah maupun ibu dalam rumah tangga itu sangat penting.  Kerja sama suami dan istri dalam rumah tangga sangat dibutuhkan. Mereka harus pandai memposisikan diri dalam   memberikan didikan kepada anak-anaknya,” Ucapnya saat di Wawancarai usai kegiatan.

Laporan : Irfan
Editor : MA

Komentar FB

Send this to a friend