Take a fresh look at your lifestyle.

BPS : September 2019 Penduduk Miskin Sultra Turun 11,04 Persen

+100%-

Kendari, Sultrademo.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra) mencatat persentase penduduk miskin pada bulan September 2019 turun menjadi 11,04 persen. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Sultra saat rilis pers BPS Sultra tentang Profil Kemiskinan di Sultra dan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Sultra di kantor BPS Sultra Rabu (15/1/2020).

Kepala BPS Sultra Muhammad Edy Mahmud menyampaikan bahwa selama periode Maret sampai September penduduk miskin di daerah pedesaan berkurang 3,38 ribu orang, sementara di daerah perkotaan bertambah 0,76 ribu orang.

“Jumlah penduduk miskin bulan September 2019 adalah 299,97 ribu orang (11.04 persen), berkurang sebesar 2.61 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 yang berjumlah 302,58 ribu orang” terangnya.

“Sedangkan Kalau berdasarkan daerah tempat tinggal selama periode September 2018 hingga Maret 2019, penduduk miskin di Sultra di daerah pedesaan berkurang 1.04 ribu orang, sementara di daerah perkotaan naik 1.77 ribu orang” lanjut Edi.

Ia juga mengungkapkan pada periode Maret sampai September 2019, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan, di daerah perkotaan bertambah sedangkan di pedesaan menurun.

Edy menyampaikan bahwa peranan Komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi non makanan.

“Sedangkan pada bulan september 2019, sumbangan untuk garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan 75, 01 persen” ungkapnya.

Ia menambahkan kemiskinan adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.

“Sehingga kebutuhan dasar makanan untuk pengeluaran memenuhi konsumsi 2100 kkal perkapita perhari diwakili paket komoditi kebutuhan dasar makan sebanyak 52 jenis komoditi” jelasnya.

“Sedangkan kebutuhan dasar non makanan seperti kebutuhan minuman untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan lainnya (diwakili 51 jenis komoditi non makanan diperkotaan dan 47 jenis komoditi non makanan di pedesaan)” lanjutnya.

Untuk diketahui konsep yang digunakan BPS adalah Basic Needs Approach atau kebutuhan pendekatan dasar. Pengeluaran untuk memenuhi konsumsi 2100 kkal perkapita perhari diwakili paket komoditi kebutuhan dasar makanan sebanyak 52 jenis komoditi, sedangkan untuk komoditi kebutuhan minuman untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan lainnya diwakili 51 jenis komoditi non makanan diperkotaan dan 47 jenis komoditi non makanan dipedesaan.

Ilfa

Komentar FB

Send this to a friend