Take a fresh look at your lifestyle.

Tolak Turnamen Game Online, Mahasiswa IAIN Terancam Di Penjara

+100%-

KENDARI, Sultrademo.co – Polsek Ranomeeto berhasil menangkap salah satu mahasiswa IAIN Kendari, SW(22) yang melakukan penganiayaan dan pengrusakan rumah warga, di Desa Kota Bangun, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan yang terjadi pada 16 Desember 2019 lalu.

Kejadian tersebut bermula dari aksi protes sejumlah Mahasiswa IAIN yang menolak diadakannya turnamen game online oleh lembaga mahasiswa di IAIN Kendari.

Merasa tidak dipedulikan terhadap aksi tersebut sekelompok mahasiswa lalu bergegas menuju sekret panitia kegiatan dan melakukan penganiayaan hingga pengrusakan.

Kapolsek Ranomeeto, AKP Dedy Hartoyo mengungkapkan dari tindakan beberapa oknum tersebut satu rumah rusak dan salah satu anggota panitia event tersebut harus menderita luka.

“Tersangka bersama beberapa orang temannya melempar rumah tersebut dengan batu dan balok. Hingga hari ini kami masih menyelidiki keberadaan pelaku-pelaku lainnya yang ikut terlibat pengrusakan. Dimana melalui rekaman video yamg kami dapatkan ada tujuh tersangka yang berstatus mahasiswa IAIN Kendari,” terangnya. Jumat(10/1/2020).

Lebuh jauh,  Dedy mengungkapkan,  tersangka SW ditangkap di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga pada Jumat, 27 Desember 2019.

Terhadap perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 170 ayat 1 dan ayat 2 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, serta pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara 2 tahun 6 bulan.

Laporan : Irfan

Komentar FB

Send this to a friend