BNNP Sultra Amankan 2 Tersangka Pengedar Ganja

  • Whatsapp

Kendari, (SultraDemoNews) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara berhasil mengamankan 2 orang tersangka pengedar ganja di Kota Kendari pada 28 Desember lalu.

Kabid Berantas BNNP Sultra AKBP Bagus Hari Cahyo dalam press release pengungkapan kasus kepemilikan narkotika golongan I jenis ganja, Rabu (3/1), mengungkapkan bahwa kedua tersangka di amankan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sama Kamis 28/12/2016 sekitar pukul 14.05 wita di jalan Soeprapto lorong subdi II kelurahan Anggilowu kecamatan mandonga kota Kendari.

Bacaan Lainnya

Kedua tersangka berinisial TP (27) dan DF (26) merupakan warga Jalan Soeprapto Kelurahan Anggilowu Kecamatan Mandonga kota Kendari.

“Modusnya barang narkotika jenis ganja yang dipesan melalui salah satu ekspedisi dan dibungkus dengan kertas karbon lalu ditutupi dengan beberapa bungkus makanan ringan dan dipacking dengan menggunakan kayu,” Ungkapnya.

Press Release Pengugkapan Kasus BNNP Sultra (Foto : RIFIN)

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat bahwa akan ada pengiriman barang yang diduga narkotika dari Jakarta ke Kendari. Setelah mendapat informasi, BNNP Sultra melakukan pengecekan barang yang diduga narkotika mulai dari bandara hingga sampai ke pemesan barang yaitu tersangka berinisial TP.

BNNP Sultra berhasil menyita barang bukti 2 paket narkotika golongan satu ganja dan berat masing-masing berat brutto 820 gram dan 810 gram dengan total berat brutto 1,630 kilogram, 1 bungkus kertas cokelat yang berisi biji dan daun kering yang diduga narkotika golongan satu jenis ganja dengan berat brutto 1,39 gram, 1 bungkus kertas linting rokok, 1 buah handphone merek Nokia warna navy blue, 1 buah korek gas, 1 buah kertas copy yang dililit lakban bening, 1 buah kantong kresek hitam yang di lilit lakban bening, 1 buah handphone merek Iphone warna putih, 13 bungkus makanan ringan, 1 buah handphone lipat merek Samsung warna hitam dan 1 lembar resi bukti tanda terima paket.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis UU 35 Tahun 2009 Pasal 14 ayat (2), Pasal 122 ayat (2), dan Pasal 127 huruf a ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara.

Laporan : RIFIN

Pos terkait