Buat Video Lelucon Teror Bom, Sekelompok Remaja Di Baubau Diciduk Polisi

  • Whatsapp

Baubau, SultraDemoNews- Isu teror Bom yang belakangan ini menjadi isu paling hot dijagat raya nampaknya tidak hanya menjadi ketakuatan masyarakat. Di Baubau, sekelompok remaja malah menjadikan isu tersebut sebagai naskah narasi cerita lelucon yang memperagakan aksi teror bom tepat di benteng keraton Buton.

Cerita tersebut diabadikan dalam bentuk video lalu di ungga ke media sosial untuk dijadikan bahan candaan.

Bacaan Lainnya

Hari kehari video tersebut diunggah dan terus di share dari akun satu ke akun lain hingga tercium oleh pihak kepolisian setempat.

Dari informasi yang dihimpun, alur cerita dalam video singkat berdurasi kurang lebih sepuluh menit itu diperankan salah satu orang melempar bom di hadapan teman-temannya yang hendak berkumpul di situs bersejarah Benteng Keraton Buton Kelurahan Melai Kecamatan Murhum Kota Baubau.

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam melalui pesan whatsappnya mengatakan 11 pelaku pembuat video tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian karena dinilai oleh masyarakat meresahkan kemananan dan kenayamanan setempat.

“Belasan pelaku pembuat dan penyebar video viral tersebut, masing-masing diamankan dibeberapa tempat yang berbeda dalam keadaan kondusif danv terkendali ,” jelasnya.

Masing-masing pelaku diketahui berinisial MF (18) sebagai orang yang membuang bom tas, LA (17), JR (18), AR (18), RF (17), AP (18), MI (18), IZ (17), WF (17), MA (18) sebagai sasaran korban bom dalam video pendek tersebut, sedang inisial AA masih dalam pencarian ia juga merupakan sutradara dalam video itu.

Tidak hanya itu, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa sajadah 1 lembar, sarung gajah duduk 1 lembar, peci 1 buah, dan handphone Xiomi 3S 1 buah.

Hingga berita ini naik tayang,
para pelaku dalam tahap pembinaan dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada warga Indonesia khususnya warga
Kota Baubau karena telah membuat video kontroversial tentang bom, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Reporter. Aryani fitriana

  • Whatsapp

Pos terkait