Deflasi Sultra Didorong Komoditas Bahan Pangan

  • Whatsapp

Kendari, (SultraDemoNews) – Data Bank Indonesia (BI) per November 2017 Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengalami deflasi sebesar 0,14% (mtm), angka yang menunjukkan penurunan jika dibandingkan deflasi pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,88% (mtm).

Secara spasial deflasi Sultra disebabkan oleh deflasi yang terjadi di Kota Kendari sementara Kota Baubau tercatat mengalami inflasi. Dengan demikian secara tahunan inflasi Sultra tercatat sebesar 2,52% (yoy), capaian tersebut lebih rendah dari inflasi nasional yg tercatat sebesar 3,30% (yoy).

Bacaan Lainnya

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra Bidang Manajemen Intern dan Sistem Pembayaran, LM Bahtiar Zaadi mengungkapkan, deflasi pada kelompok _VF_di Kota Kendari mendorong terjadinya deflasi secara keseluruhan, meskipun tertahan oleh inflasi di Kota Baubau.

Lanjutnya, penyebab deflasi pada periode November 2017, terutama terjadi pada komoditas sayur-sayuran, buah-buahan dan bumbu-bumbuan.

“beberapa komoditas yang tercatat mengalami deflasi antara lain Tomat Sayur (-25.37% mtm), Tomat Buah (-32.93% mtm), Bayam (-7.72% mtm), Terong Panjang (-11.12% mtm), dan Cabe Rawit (-6,43% mtm),” pungkasnya.

Selain itu, pada Kelompok administered price mengalami penurunan tekanan inflasi setelah pada periode sebelumnya mengalami peningkatan.

“Penurunan tersebut disebabkan oleh kembali normalnya harga rokok seiring dengan terjaganya ekspektasi masyarakat atas ketentuan kenaikan harga cukai rokok pada Januari 2018,”jelasnya.

Sementara itu, inflasi kelompok inti pada November 2017 masih terjaga pada tingkat 2,09% (yoy). Kondisi tersebut didukung oleh stabilnya tingkat harga pada kelompok sandang (pakaian anak-anak), besi beton dan emas perhiasan.

Menyikapi kondisi tersebut Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Tenggara akan terus mencermati perkembangan harga khususnya pada komoditas volatile food menghadapi akhir tahun.

“TPID juga tetap melakukan koordinasi untuk memastikan ketersediaan stok beras dan pemenuhan ketentuan HET di Sulawesi Tenggara,”tutupnya.

Reporter : Estin Wulandari

Pos terkait