DPD JOIN Kendari Kecam Oknum Anggota Brimob Makassar, Ada Apa?

  • Whatsapp

SulawesiDemoNews- Aksi kekerasan terhadap pewarta atau wartawan rupanya masih saja sering terjadi. Kali ini penganiayaan dialami oleh salah seorang wartawan media online Inikata.com, yang juga merupakan salah satu anggota DPD Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Makassar saat hendak melakukan tugas liputan di Kantor DPRD Makassar, Senin 9 April 2018.

Bermula saat Andis (korban) hendak meliput aksi unjuk rasa dikantor DRRD tersebut, tiba-tiba saja dia (Andis, red) mendapat perlakuan kasar dari oknum anggota kepolisian Brimob Polda Sulsel.Andis mengaku dipukul kepalanya menggunakan pentungan dari rotan, di cekik lalu dilempar turun dari tangga lantai 2 hingga mengakibatkan luka-luka.

Bacaan Lainnya

Aksi Oknum Anggota Berimob Makassar mencekik dan menyeret Andis Wartawan inikata. Com yang hendak meliput 

Akibat dari perlakuan oknum brimob tersebut, beberapa pihak dari kalangan organisasi jurnalis mengutuk keras perlakuan tak terpuji itu. Salah satunya Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kendari, Mirkas.

Ayah dua anak ini menuturkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian tersebut merupakan bentuk pelanggaran UU nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Andis (korban) menunjukan luka bagian siku sesaat setelah mendapat perlakuan dari oknum anggota Brimob Makassar. 

Diuraikannya, dalam hal melaksanakan tugasnya sebagai pewarta, baik dalam mengumpulkan dan memperoleh informasi, maupun dalam menyerbarluaskan informasi, wartawan dijamin dan dilindungi UU tersebut. Olehnya itu, pihak-pihak lain termasuk lembaga penegak hukum harus memahami dan menghargai tugas-tugas jurnalistik.

“Kami menyayangkan tindakan oknum anggota Brimob Polda Sulsel itu, yang melakukan penganiayaan terhadap salah seorang jurnalis saat melakukan tugas peliputan di DPRD Makassar,” ujar pria yang akrab disapa Ikas Cunge dihadapan awak media, Senin 9/42018 disalah satu hotel di Kota Kendari.

Direktur Portal media Tenggaranews.com ini menegaskan, oknum kepolisian yang telah melakukan aksi kekerasan tersebut segera menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka. Jika hal tersebut tak diindahkan, maka pihaknya memastikan akan melakukan aksi demosntrasi secara besar-besaran, sebagai bentuk penolakan atas tindakan tak beretika itu.

“Saya memastikan akan terjadi aksi solidaritas jurnalis, bukan hanya di Kota Kendari, melainkan di seluruh daerah di Indonesia. Kami meminta, agar pelaku penganiayaan segera menyampaikan permohonan maaf secara resmi,” tegasnya.

Pos terkait