Doktor Ekonomi UHO Soroti Pembongkaran Eks Pasar Panjang Kendari

  • Whatsapp

Kendari,(SultraDemoNews) – Pembongkaran Pasar Panjang yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari di Jalan Sorumba pagi tadi, (18/7) menuai banyak sorotan publik. Salah satunya, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Haluoleo, Dr.Syamsir Nur, SE., M.Si.

Dr.Syamsir Nur, SE., M.Si mengungkapkan ada tiga hal yang menyebabkan pedagang Pasar Panjang enggan pindah ke Pasar Wuawua. Pertama, tidak semua pedagang yang ada di Pasar Panjang adalah pedagang pindahan dari Pasar Baru (Pasar Wuawua – red) sehingga mereka tidak memenuhi syarat prioritas untuk pindah pada lods yang tersedia.

Bacaan Lainnya

“mereka ini adalah pedagang baru yang cenderung memanfaatkan lokasi sebagai sumber pendapatan yang potensial,” terangnya.

Kedua, ada kekhawatiran bagi pedagang eks Pasar Panjang jika berpindah ke Pasar Wuawua, pendapatan yang diperoleh cenderung rendah karena sepinya pengunjung pasar tersebut.

Ketiga, ketidakmampuan pedagang untuk membayar sewa lods sebagai konsekuensi pengelolaan lods Pasar Wuawua yang diserahkan ke pihak ketiga.

“Dugaan saya bahwa penentuan nilai sewa tidak sebanding dengn ekspektasi pendapatan pedagang.”

Lebih jauh ia menjelaskan, Karenanya bagi pemerintah Kota Kendari perlu mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa relokasi pedagang Pasar Panjang dapat menjawab persoalan tersebut.

“Saya kira Pemkot Kendari perlu melakukan pendataan pedagang sekaligus menampung pedagang baru yang bukan pedagang eks Pasar Baru ke pasar-pasar lain yang ada di Kota Kendari.” Tegasnya.

Selain itu, pemerintah perlu membicarakan dengan pihak investor pengelola pasar untuk meninjau ulang penentuan harga lods. Apalagi setahu beliau, apapun bentuk skema kerjasama pemerintah dan swasta (public private partnership) dalam penyediaan fasilitas publik termasuk pasar perlu disediakan payung hukumnya sehingga kerjasama itu menciptakan win win solution bagi pemda, investor maupun bagi pedagang sehingga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Terakhir, dosen jebolan Universitas Brawijaya Malang ini menegaskan agar fasilitas penunjang untuk akses dan kenyamanan pembeli menjadi penting diperhatikan. Karena dewasa ini faktor penentu para konsumen memilih tempat bertransaksi adalah faktor keterjangkauan dan kenyamanan.

Reporter : Uci Lestari

Pos terkait