GPMKR Konawe Desak Pemkab Konawe Hentikan Aktivitas PT Asmindo

Konawe, sultrademo co – PT asmindo yang beroperasi di kecamatan puriala kabupaten konawe di berikan dispensasi penggunaan jalan yang memerlukan perlakuan khusus dari kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat jenderal bina marga balai pelaksanaan jalan Nasional Sulawesi tenggara

uud no 22 tahun 2009 negara bertanggung jawab atas lalu lintas dan angkutan jalan dan pembinaanya dilaksaknakan oleh pemerintah yang dimaksud pembinaan lalu lintas dan angkutan jalan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi perencanaan ,pengaturan ,pengendalian dan pengawasan

Bacaan Lainnya

Gerakan pemuda dan mahasiswa Konawe Raya( GPMKR) hari ini melakukan unjuk rasa di gedung DPRD konawe untuk meminta ketegasan kepada DPRD konawe ,dinas PU kabupaten konawe dan dinas perhubungan kabupaten Konawe terkait aktivitas PT Asmindo yang di anggap menyalahi beberapa aturan

irsan dian saputra korlap gerakan pemuda dan mahasiswa Konawe raya dalam tuntutan aksinya mendesak DPRD konawe dinas PU kabupaten konawe , polres konawe serta dinas perhubungan kabupaten Konawe untuk menghentikan aktivitas Hauling atau bongkar muat ore nikel PT asmindo yang melintasi Jalan umum di duga menyimpang dari ketentuan dispensasi atau menyalahi bobot muatan yang over kapasitas

” lanjut irsan dengan over kapasitas nya muatan kendaraaan ada kekhawatiran serius bahwa aktivitas pengangkutan ore tersebut akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat khususnya pengguna jalan umum ” ungkapanya

kami meminta kepada BPJN Sulawesi tenggara untuk melakukan pengawasan dan pengendalian serta mencabut izin dispensasi jalan umum PT Asmindo karena di duga kuat telah menyimpan dari ketentuan izin yang diberikan yakni terkait persyaratan teknis yakni ,rute ,jenis muatan yang di angkut, jumlah angkutan,berat dimensi angkutan dan jadwal pelaksanaan

tidak patuhnya terhadap aturan pemerintah yang telah di sepakati bersama dalam muatan sumbu terberat (MST) tiap armada yang membawa muatan ore Nikel melebihi kapasitas yang dimana dalam poin c tersebut menyebutkan kapasitas rata-rata maksimal 8 ton tetapi yang terjadi di lapangan tidak begitu adanya setelah kita investigasi di lapangan malahan melebihi dari 13 ton muatan setiap armada yang beroperasi di PT Asmindo

dan bukan itu saja pihak perusahaan tidak membuat bak air bersih untuk roda kendaraan supaya untuk menjamin jalan tidak kotor dan licin supaya pihak pengguna jalan yang lain tidak terganggu ,kemudian pihak perusahaan tidak memberikan tanda kepada semua armadanya saat beroperasi di lapangan ,dan semua armada perusahaan tidak di pasangkan lampu rotari apa lagi saat mereka beroperasi, atau Hauling itu di malam hari itu kan membahayakan pengguna jalan lain

dan lebih parahnya lagi saat beroperasi interval waktu semua kendaraan perusahaan tidak mengindahkan aturan yang ada jarak kendaraan satu dengan lainnya hanya berjarak 10 – 15 meter padahal jelas dalam aturan itu interval waktu di berikan paling lama 10 menit dan sangat merugikan pengguna jalan lain

untuk itu kami mengharapkan beberapa dinas terkait dan APH yang punya wewenang terkait ijin penggunaan jalan yang di berikan kepada pihak PT Asmindo untuk memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku ,dan turun langsung menertibkan semua armada perusahaan yang tak pernah patuh terhadap rambu- rambu berlalulintas karena itu sangat membahayakan masyarakat Konawe pada umumnya

Reporter: Jum

 
*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait