Isak Tangis Iringi Acara Peluncuran Buku Potret 10 Tahun Kepemimpinan NUSA

  • Whatsapp

Senin, 07 Agustus 2017

Kendari, (SultraDemoNews)- Peluncuran dan bedah buku potret sepuluh tahun kepemimpinan Nur Alam-Saleh Lasata (NUSA) yang berjudul “Di Depan Selalu Ada Cahaya” menuai isak tangis keluarga besar Nur Alam dan seluruh SKPD Sultra, Senin (7/8/2017).

Bacaan Lainnya

Pasalnya, Peluncuran buku yang membedah secara mendalam potret dua periode kepemimpinan Nur Alam-Saleh Lasata tidak dihadiri langsung oleh Nur Alam yang merupakan orang nomor 1 di Sultra, sebab, masih menjalani masa tahanan pasca musibah yang menimpanya.

Melalui istrinya, Hj Tina Nur Alam mengungkapkan bahwa dirinya sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan buku tersebut, terkhusus kepada pihak Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) yang telah membantu mengumpulkan data-data yang relevan dan realistis.

“Semoga buku ini dapat menjadi sumber optimisme untuk kita semua, bahwa di depan selalu ada cahaya, cahaya untuk membangun kesejahteraan dan cahaya untuk membangun negeri kita tercinta ini,” pesan Nur Alam yang disampaikan Tina Nur Alan saat acara peluncuran buku di Hotel Clarion Kendari.

Menurut Kepala Balitbang Provinsi Sultra, Sukanto Toding menjelaskan bahwa buku yang diluncurkan baru-baru itu di buat dengan berbagai telaah dan koreksi langsung dari Nur Alam, sedangkan data dikumpul dari berbagai sumber yang realistis

“Beliau banyak mengoreksi tulisan buku ini, setiap kali ada penulisan kami yang kurang pas pasti beliau kritisi dan diperbaiki, dan buku ini sama sekali bukan pencitraan karena memang buku ini sudah lama kami usulkan dan kami garap sebelum beliau tertimpa musibah,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sultra, Saleh Lasata yang merupakan pendamping Nur Alam selama 10 tahun mengungkapkan pencapaian kebijakan pemerintah dan pencapaian daerah bukanlah waktu yang singkat. Upaya menata pembangunan Sultra sangat luas, namun demikian sebagai sebuah proses yang berkelanjutan, tentu harus dihadapi dalam periode berikutnya. Siapapun itu calon pemimpin Sultra berikutnya, ia harus meneruskan pembangunan Sultra yang telah dirangkai dengan baik dan membawa Sultra dalam kesejahteraan.

Diharapkan, seluruh masyarakat menaruh minat dalam membaca buku tersebut serta menjadi panutan bagi pemimpin Sultra berikutnya agar memahami peran kesejahteraan daerah serta mewariskan nilai-nilai kepemimpinan dalam mensejahterakan masyarakat dan meneruskan warisan pembangunan yang telah dibangun.

Laporan : Uci Lestari

Pos terkait