Janda di Bima Ditipu Mahar Rp 1,7 Miliar Ternyata Daun Kering

Penampakan uang mahar janda di Bima sebelum 'berubah' jadi daun kering. (Istimewa).

Bima, Sultrademo.co – Rosdiana (38), seorang janda di Kabupaten Bima, NTB, mengalami kejadian yang mengejutkan setelah dilamar dengan mahar mencapai Rp 1,7 miliar.

Namun, uang tersebut ternyata hanya daun kering. Rosdiana mengaku bahwa dirinya menjadi korban hipnotis dalam kejadian tersebut.

Bacaan Lainnya
 

“Saya merasa dihipnotis. Soalnya selama 6 hari kenalan, semua saya ikuti dan turuti apapun permintaan dari orang ini,” katanya dilansir dari detik.com, Senin (1/4/2024).

Awalnya, Rosdiana dikenalkan oleh seorang kenalan lama bernama Arifuddin kepada seorang pria yang mengaku bernama Syamsurizal Bunga Raya (60).

Meskipun awalnya menolak karena merasa Syamsurizal terlalu tua dan asal-usulnya tidak jelas, Rosdiana akhirnya menerima perjodohan tersebut setelah dipastikan oleh Arifuddin bahwa Syamsurizal adalah seorang yang kaya dan memiliki banyak harta.

Pertemuan pertama antara Rosdiana, Arifuddin, dan Syamsurizal terjadi pada Senin (25/3/2024). Di sana, disepakati mahar senilai Rp 1,7 miliar.

“Mahar yang disepakati waktu itu, senilai Rp 1,7 miliar. Uangnya langsung dibawa saat pertemuan pakai tas dan dus mi instan,” katanya.

Namun, pada pertemuan berikutnya, Rosdiana dihadapkan pada koper dan tas yang berisi uang sebesar Rp 3,3 miliar, yang akan digunakan untuk membangun rumah dan toko bangunan di kampung Rosdiana. Total uang yang dibawa mencapai Rp 5 miliar.

Meskipun sempat percaya dengan jumlah uang tersebut karena sempat ditunjukkan, Rosdiana dan keluarganya mulai curiga saat Syamsurizal meminta uang tambahan.

Setelah dibuka, ternyata isi koper dan tas tersebut hanyalah daun kering yang mulai membusuk. Syamsurizal ternyata sudah terkenal dengan modus tersebut dan bahkan mobil yang diklaimnya miliknya adalah mobil sewaan.

Meskipun menjadi korban penipuan dan merasa dihipnotis, Rosdiana tidak berniat melaporkan kejadian tersebut ke polisi karena menganggap hal tersebut hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga. Ia bersama keluarganya telah memutuskan untuk menerima kejadian tersebut dengan ikhlas.

Rosdiana menegaskan bahwa Syamsurizal telah mengecoh banyak orang dengan modus yang berbeda di berbagai tempat, dan ia berharap agar tidak ada lagi korban yang jatuh ke dalam perangkap yang sama seperti dirinya.

Meskipun mengalami pengalaman yang menyakitkan, Rosdiana tetap tegar dan siap melanjutkan hidupnya dengan mengikhlaskan kejadian tersebut.

“Sudah saya ikhlasin. Saya bersama keluarga bersepakat takkan melapor ke polisi atau memprosesnya ke jalur hukum,” imbuh Rosdiana.

 
*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait