Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sultra Optimis Raih Kinerja Pelaksanaan Anggaran Terbaik

  • Whatsapp
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pelaksanaan anggaran semester 1 tahun 2017 dan penyerahan sertifikat SMM ISO 9001:2008
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pelaksanaan anggaran semester 1 tahun 2017 dan penyerahan sertifikat SMM ISO 9001:2008

Kendari, (SultraDemoNews) – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pelaksanaan anggaran semester 1 tahun 2017 dan penyerahan sertifikat SMM ISO 9001:2008 ke KPPN Kendari, dilaksanakan Kamis, (6/7/2017).
Mengangkat tema “Dengan Standar Pelayanan Berstandar Internasional Kita Raih Kinerja Pelaksanaan Anggaran Terbaik”.

Rakorda yang dilaksanakan oleh Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara kali ini akan membahas isu-isu strategis dan permasalahan pelaksanaan anggaran serta langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan angaran pada semester II.

Bacaan Lainnya

Bertempat di Aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Rakorda dilaksanakan dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergi antara kanwil, KPPN, dan Satker sehingga dapat meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran.

Dikutip pada pres release Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra, samapai dengan tahun 2017 realisasi pelaksanaan anggaran mengalami kenaikan yang cukup significant, “Realisasi belanja pemerintah pusat atas APBN 2017 di Provinsi Sultra sebesar 2,343 triliun atau 39,12 % dari total pagu dari rencana target semester 1 yaitu sebesar 40 %”.

Capaian realisasi semester I (per 30 juni)  terbaik sejak tahun 2011-sekarang. Pada tahun 2011 sebesar 29,79%, 2012 sebesar 33,11%, 2013 sebesar by 29,72%, 2014 sebesar 33,36%, 2015 sebesar 20,36%, 2015 sebesar 20,36%, 2016 sebesar 34,46%, dan 2017 sebesar 39,12%.

Selain itu, tren penyerapan anggaran secara bulanan pada tahun 2017 sudah baik, sehingga dapat mencapai target penyerapan akhir tahun sebesar 90 persen. Pencapaian ini juga tata/proses bisnis dan sistem manajemen yang mutu di KKPN Kendari telah di akui dan sesuai dengan standar sistem manajemen internasional.

Reporter: Estin Wulandari, Aryani fitriana

 

Pos terkait