Ketua DPRD Kota Kendari Minta Semua Pihak Turut Menjaga Lingkungan Hidup

  • Whatsapp

Kamis, 21 Juni 2017.

Kendari, (SultraDemoNews)- Pemanasan global (Global Warming) atau perubahan iklim (Climate Change) merupakan efek kerusakan lingkungan yang berkaitan dan berdampak pada kehidupan manusia. Seperti diungkapkan beberapa pakar pada Dialog Publik yang digelar oleh Sultra Demo dengan tema “Pemanasan Global Akibat Pencemaran Lingkungan” yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, Kamis (21/6/2017) di Kedai Ratu Alam, jalan Buburanda Bundaran Stainless Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Kota Kendari, Samsudin Rahim, dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyadari bahwa lingkungan hampir menyentuh semua aspek, sehingga dirinya meminta dan mengimbau kepada semua pihak untuk proaktif dalam menjaga lingkungan hidup. di beberapa negara, lanjutnya, yang paling berperan menjaga lingkungan adalah masyarakat, pemerintah dan NGO.

“Kita mengharapkan keterlibatan semua pihak dalam menjaga lingkungan hidup, karena ini sangat menentukan alam tempat kita bermukim,” pintanya.

Dilain sisi, menurut akademisi Universitas Haluoleo, Laode Samsul Barani menuturkan, salah satu penyebab kerusakan lingkungan dan juga pemanasan global adalah peningkatan sampah. Belum lagi persoalan tata ruang yang tidak teratur. “Sampah rumah tangga merupakan penyumbang terbesar yang berpotensi merusak lingkungan, sehingga ini perlu dikelola secara baik,” tuturnya panjang lebar.

Berbeda dengan pendapat lainnya, menurut Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari, Arifin mengatakan, penyebab pencemaran dan kerusakan lingkungan yang utama adalah manusia dan faktor alam. “Aktivitas yang dilakukan baik mengkonsumsi atau memproduksi suatu barang sangat berpengaruh dan dapat meningkatkan emisi karbon yang akan mempengaruhi atmosfer dan juga kenaikan suhu bumi,” paparnya.

Pemanasan global juga akan berdampak pada pasar ekonomi, salah satu contohnya adalah kesuburan tanah yang menurun akibat kerusakan alam, sehingga output  dibidang perekonomian akan berkurang. Peran semua pihak sangat penting, tidak hanya mempengaruhi ekonomi, namun mempengaruhi tiap kehidupan manusia. “Manusia sangat bergantung pada ekosistem alam, begitupun sebaliknya,” tambahnya.

Salah satu Pakar Lingkungan, Informasi Data Pembanding, Safril Kasim juga turut berpendapat, bahwa hasil survei pemanasan global saat ini telah mencapai 0,8 °C, dan diperkirakan 30 sampai 100 tahun kedepan, jika tidak ada upaya perbaikan maka angka 0, 8 itu akan meningkat hingga 4,0°C.

Sebagai kesimpulan, Anggota DPRD Kota Kendari, Ali Akbar mengatakan, pihaknya akan selalu membangun komunikasi dengan elemen-elemen terkait, seperti APIK USAID, WALHI, dan masyarakat tanpa terkecuali untuk menjaga dan berperan jauh dalam urusan penanganan perubahan iklim itu.

“Kita selalu mengupayakan membangun komunikasi dengan semua elemen, dan terus berupaya menjaga kelestarian alam khususnya kita yang berada di wilayah Sultra.

Laporan : Marentina Puri Pebri Astuti
Editor : All

Pos terkait