KOPRABUH Akan Bangun Industri Wood Pellet di Konawe Selatan dan Kolaka Timur

  • Whatsapp

Kendari, (SultraDemoNews) – Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH) akan membangun industri wood pellet di Konawe Selatan dan Kolaka Timur untuk tujuan ekspor ke Korea Selatan dan Tiongkok.

Wood Pellet adalah Pengolahan limbah kayu dengan cara menghancurkan limbah kayu menjadi serbuk halus, kemudian dipadatkan dengan mesin press sehingga berbentuk seperti pelet. Wood Pellet berfungsi sebagai energi pemanas alternatif ramah lingkungan, dapat digunakan untuk masak, pemanas ruangan, sampai bahan bakar pembangkit listrik, yang keberadaannya dapat menggantikan batubara.

Bacaan Lainnya

Konawe Selatan dan Kolaka Timur dipilih sebagai lokasi pembangunan industri wood pellet tahap pertama, karena daerah tersebut berpotensi dan layak menunjang kebutuhan bahan baku serta pemerintah daerah yang sangat ramah dengan investor. Pemkab Konsel dan Koltim sangat pro aktif dalam investasi ini karena investasi tersebut berbasis koperasi inti independen, padat karya, dapat meningkatkan pendapatan petani kayu dan menjaga lingkungan, membuat hutan terkelola berdampingan dengan hutan alam tetap lestari.

Bahan baku wood pellet diperoleh dari lahan hasil penanaman anggota KOPRABUH di Konawe Selatan dan Kolaka TImur yang saat ini anggota KOPRABUH di kedua wilayah tersebut berjumlah sekitar 20 ribu petani pemilik lahan.

Filosofi nya yaitu tebang 1 pohon tanam 2 pohon agar sustain, kata CEO KOPRABUH Pusat Yohanis Cianes Walean saat dihubungi melalui sambungan telepon setelah melakukan kunjungan ke lokasi.

“Setelah kami bangun industri di kedua wilayah tersebut, menyusul kabupaten Bombana, Konawe, Kolaka Utara, Konawe Utara, serta Sultra Kepulauan, bila Pemda mau membuat MOU dengan KOPRABUH dan memberikan ijin” ujar Yohanis.

Foto : CEO KOPRABUH Yohanis Cianes Walean (Baju Putih) Bersama Bupati Konawe Selatan Arsalim

Sebagaimana diketahui bahwa KOPRABUH adalah pemecah rekor dunia (Guinness World Record) penanaman pohon mengalahkan Philipina dan India. Sekitar 10.500 orang menanam pohon sebanyak 232.647 batang dalam waktu kurang dari 60 menit serentak di satu tempat. Sampai sekarang rekor dunia ini masih bertahan sejak 28 November 2016.

Saat itu ribuan warga berkumpul di  di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur. Para petani, pelajar berseragam sekolah, muda, tua, semua bercampur menanam pohon untuk memecahkan rekor dunia. Presiden Joko Widodo juga turut hadir dan menekan tombol sirine tanda mulai penanaman.

Laporan : Alan

Pos terkait