Lagi, PKS Merapat ke Asrun Hugua, Koalisi Besar di Depan Mata?

  • Whatsapp

Kendari, SultraDemoNews- Koalisi besar yang dimaksud Asrun beberapa bulan lalu nampaknya mulai muncul ke permukaan. seiring dengan keluarnya SK persetujuan DPP PAN kepada Paslon Asrun-Hugua ditambah dengan rekomendasi DPP PDI Perjuangan, giliran PKS kembali merapatkan barisan, hal ini ditandai dengan keluarnya SK persetujuan DPP PKS di Jakarta untuk pasangan akronim “Surga” melenggang ke Pilgub Sultra Juni 2018 mendatang.

SK tersebut dikeluarkan tepat hari Selasa kemarin, (31/10) di Markas Dakwa PKS dan diterima langsung oleh mantan Walikota Kendari dua periode itu.

Bacaan Lainnya

“Sudah diserahkan dalam bentuk SK, oleh Ketua Lajnah Pemenangan Wilayah Sulawesi Pak Dwi Triyono,” ungkap Wakil Ketua DPW PKS Sultra, La Ode Muh Dasnah.

Keluarnya SK DPP PKS tersebut menambah kekuatan dan jumlah kursi di legislatif Sultra, PAN memiliki 9 kursi, ditambah PDIP 5 Kursi dan PKS 5 kursi. Ini menunjukan potensi koalisi besar semakin di depan mata, koalisi PAN, PDIP dan PKS mengusung Paslon Asrun-Hugua, memungkinkan menjadi kiblat bagi parpol yang belum menentukan sikap politiknya bergabung.

Sebut saja Partai Gerindra yang saat ini masih dipimpin oleh Imran keluarga dan sekaligus besan Asrun sendiri. Hubungan emosional dan kekeluaragaan itu akan menjadi alasan untuk menarik Gerindra ke Asrun-Hugua.

Demikian juga Partai Demokrat, beberapa bulan lalu, penutupan pendaftaran di tubuh partai Demokrat sempat terjadi, namun karena pertimbangan masih ada figur lain yang belum mendaftar, seperti Asrun dan Tina Nur Alam, pendaftaran pun kembali dibuka selama dua hari, seketika itu Asrun langsung mendaftarkan diri melalui tim LO nya, hal tersebut tentu menjadi signal bagi Asrun mendapatkan Demokrat. Tidak hanya itu, pada rapat terakhir Partai Demokrat yang digelar di Hotel Clarion beberapa pekan lalu, Asrun menjadi salah satu di antara 3 figur yang cukup mencuat namanya sebagai figur pemilik popularitas dan elektabilitas baik.

Selain Parpol tersebut di atas, masih ada partai lainnya yang masih sulit dibaca arahnya, salah satunya adalah Hanura.

Pada Pilwali Kota Kendari waktu lalu, Hanurah bersama PDIP dan dua Parpol Lainnya mengusung Paslon Zayat-Syahriah, di beberpa daerah penyelenggara Pilkada, Hanura dan PDIP juga menunjukan persatuan kedua Partai tersebut, apalagi ditingkatan pusat, ini juga dapat menjadi rujukan untuk Hanura merapat ke Paslon Asrun-Hugua, meski bersifat prediksi dan masih bisa goyah, namun besar kemungkinan pengaruh Koalisi Pusat antara PDIP dan Hanura menjadi satu di Pilgub Sultra. (AK)

Pos terkait