Lestarikan Budaya Leluhur, Museum dan Taman Budaya Gelar Ritual “Mosehe Wonua”

  • Whatsapp

Kendari,(SultraDemoNews)- Upaya meningkatkan warisan budaya lokal, Museum Kendari gelar ritual Mosehe Wonua, Sabtu (5/5/2018).

Ritual yang dilakukan 30 tahun sekali ini merupakan bentuk upaya dari pihak museum dan taman budaya untuk melestarikan dan mengingatkan kembali bahwa Sulawesi Tenggara kaya akan budayanya.

Bacaan Lainnya

Dodhy Syahrulsah, selaku Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya menjelaskan ritual mosehe akan terus berlanjut dan menjadi agenda rutin taman budaya.

“Kami sangat berharap kegiatan ini akan berlangsung terus-menerus selama lamanya dan juga kita selalu diberikan kedamaian, kesejahteraan serta lindungan oleh Allah SWT,” jelasnya.

Diketahui, fungsi dari ritual Mosehe Wonua bagi masyarakat suku tolaki adalah pensucian. Biasanya setelah terjadi konflik, apakah itu konflik personal ataupun konflik horisontal, melalui kesepakatan damai menggunakan media kalosara, maka konflik tersebut diakhiri dengan istilah mosehe atau disucikan. Ritual ini dipercaya agar mereka yang telah terlibat konflik tidak terkena dampak dari apa yang telah diperbuatnya.

Dijelaskan oleh Ajmain, selaku Ketua Adat Wonua Ndinudu Tolaki, Mosehe ada beberapa tingakatan, pertama Mosehe Ndiolu yaitu ritual yang medianya hanya menggunakan telur. Kedua, mosehe manu atau menggunakan ayam, Mosehe Ngginiku ialah memakai kerbau yang biasanya berkaitan dengan tingkat konflik tingkat negeri dan ada juga istilah Mosehe Dahu dan Mosehe Ndono yang tingkat konfliknya itu antar personal dari pada penguasa-penguasa negeri.

Disamping pelaksanaan Ritual Mosehe Wonua, dihari itu juga dirangkaikan dengan penyerahan benda pusaka Kalosara oleh Kepala Adat Wonua Ndinudu Tolaki pada pihak museum sebagai bentuk hibah untuk di simpan dan dijaga baik-baik.

Uci Lestari

  • Whatsapp

Pos terkait