Menebak Presidium KAHMI Sultra Periode Selanjutnya

  • Whatsapp

Kendari, SultraDemoNews- Sikap Dilematis terasa menyelimuti konstalasi musyawarah wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sultra. Betapa tidak, HMI besutan Lafran Panne ini memiliki cita mulia, “HMI Kader Ummat, HMI Kader Bangsa” yang menuntut kadernya selalu siap menjadi garda dan pemimpin berintegritas, dimanapun dan kapanpun, sehingga tidak ada alasan bagi kader untuk tidak siap seketika diberi amanah. Hampir dipastikan semua kader memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk membawa KAHMI lebih baik.

Disisi lain konstalasi politik di internal KAHMI tidak terlalu menonjol sehingga menjadi rumit membaca tanda-tanda “Nahkoda KAHMI, ditambah lagi dengan tingkat kesibukan anggota KAHMI yang juga hampir dipastikan memegang posisi strategis dalam bidang pemerintahan dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia termasuk di Sultra. Tentu faktor-faktor tersebut menjadi ampuh meredah ambisi kekuasaan bagi kader KAHMI untuk tidak menyandang amanah besar dan tidak menimbulkan aromah perebutan unsur presidium yang sengit. mungkin ini yang menjadi dasar sulitnya menebak presidium KAHMI Sultra Periode ke depan.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, tidak berarti bahwa KAHMI tidak terurus dan terorganisir dengan baik. Dalam budaya organisasi, apalagi sekelas KAHMI, menjelang Muswil tentu sudah ada beberapa nama yang menciut dan direkomendasikan oleh sesepuh organisasi besar ini.

Sebut saja, Abdul Kadir (Kanwil Kemenag Sultra, Eka Syuaib (Guru Besar Ilmu Fisip UHO), Abu Hasan (Bupati Butur) Mastri Susilo (Sekum KAHMI) Arafat (Mantan Komesioner KPU / Presidium KAHMI Kendari) Arsalim (Wabup Konsel) Rasyid Syawal (Anggota DPRD Sultra), Suprianto (Direktur Pascasarjana IAIN Kendari), Amijaya Kamaluddin (Kepala Bulog Sultra) dan masih banyak lagi dari sekian kader yang tidak dapat disebutkan.

Kesekian nama yang disebutkan di atas merupakan kader-kader KAHMI yang pernah menjadi Presidium dan pengurus KAHMI Sultra, munculnya nama-nama tersebut tentu bukan tanpa alasan, melainkan kondusifnya pergolakan di internal KAHMI, egosentris pun tak ditemukan dari nama-nama diatas, misal ” saya yang paling layak, saya akan mengalahkan yang lainnya”. Yang ada adalah sikap saling mendukung. Demikianlah nama-nama diatas tampak dan jadi menarik untuk ditelusuri pra Muswil besok siang.

Seperti dilansir dari salah satu media lokal Sultra, Eka Syuaib yang disebut-sebut namanya menjadi presidium justru “legowo” dan memberikannya kesempatan kepada yang lainnya.

“Sudahlah kita berikan kepada adik-adik supaya ada regenerasi di kepengurusan KAHMI,” jelas guru besar ilmu politik FISIP Universitas Halu Oleo, seperti dikutip dari media Sultrakini.com

Senada dengan Eka Syuaib, Abdul Kadir yang dikonfirmasi sore tadi juga tak mau menutup kesempatan kepada kader lainnya.

“Insya Allah, masih banyak alumni potensial yang perlu diberi kesempatan. Saya cukup satu periode dinda, ini semata- mata agar distribusi pengabdian kader bisa merata dan fungsional,” terang Abdul Kadir kepada SultraDemo.co.

Sebagai mantan Presidium KAHMI, dirinya tak lupa membeberkan beberapa nama yang perlu dipertimbangkan,
Dia menyebutkan beberapa nama yang dimaksud adalah : Amijaya Kamaluddin, Rasyid Sawal, Pribadi, Eka Syuaib dan juga Mansur Pawata.

“Diliat dari aspek komitmen dan power bang Abu paling siap. Kendalanya masalah waktu, begitu juga dengan saya pribadi masalah waktu,” jawabnya saat ditanya pandangannya tentang Abu Hasan yang namanya turut di sebut sebut.

Di kesempatan berbeda, Abu Hasan yang dihubungi SultraDemo.co mengaku selalu siap jika dirinya diberi amanah, meski ia saat ini menjadi orang nomor satu di Butur.

“Yang namanya amanah sepanjang untuk amar ma’ruf nahi mungkar harus diterima. Termasuk kalau diberi amanah di KAHMI, tapi kalau kriterianya harus domisili di Kendari dan tidak sibuk, masih banyak Alumni HMI di Kendari,”singkatnya.

Seirama dengan yang lainnya, Ketua Harian Presedium KAHMI Kota Kendari, Bandung L mengatakan, sebaiknya ada regenarasi di tubuh Presidium KAHMI Wilayah Sultra. Dia menyebutkan, beberapa nama yang layak yaitu Abdul Kadir, Abu Hasan, Amijaya Kamaludin, Arsalim Arifin dan Arafat untuk menjadi presidium.

“Saya pikir untuk sekum masih layak Mastri Susilo, kami juga akan mengutus beberapa orang untuk delegasi Muswil besok, dan sebaiknya pula memperhatikan Dekan Fakultas Kedokteran Unhalu untuk menjadi Presedium Majelis Wilayah Kahmi Sultra,” terangnya.

Sementara itu, Mastri Susilo yang saat ini menjadi sekretaris KAHMI Sultra berpendapat, bahwa tidak ada alasan untuk kader HMI menolak menjadi presidium, karena, lanjutnya, HMI didirikan untuk membentuk kader pemimpin umat dan bangsa.

“Semua kader berpotensi, siapapun itu, karena memang cita-cita HMI demikian. Dan kami percaya siapapun yang diamanahkan dapat diterima oleh kalangan dan mampu membawah KAHMI lebih baik lagi.

“Tapi, jika saya ternyata diberi juga amanah menjadi presidium, saya tentu selalu siap, karena itu tuntutan kader,” katanya.

Dari beberapa nama yang terkonfirmasi tak ada satupun yang nampak memberi pertanda lebih atas teka-teki “Siapa Presidium KAHMI selanjutnya.

Untuk diketahui, pada tanggal 7-8 Oktober besok, KAHMI Sultra akan menggelar Musyawarah Wilayah di Hotel Imperial, dan akan dibuka langsung oleh Sekda Provinsi Sultra, Lukman Abunawas.

Penulis : Aliyadin Koteo.

Pos terkait