Refleks Hari Lahir Sumpah Pemuda, KNPI Sultra Serukan Kesatuan Pemuda

  • Whatsapp

Kendari, SultraDemoNews–Refleksi 89 tahun lahirnya Sumpah Pemuda yang yang akan diperingati 28 Oktober mendatang nampaknya mengetuk naluri Umar Bonte mengenang perjalanan bangsa Indonesia yang akhirnya meraih kejayaannya. Betapa tidak, bangsa dengan ragam budaya terkaya di penjuru dunia ini menyatu karena andil pemuda sebagai dalang kebangkitan bangsa kala itu.

Kepada Sultrademo.co, Ketua KNPI Sultra ini mengaku merindukan semangat juang dan persatuan pemuda layaknya ikrar sumpah pemuda dikumandangkan waktu silam. Tepatnya 28 Oktober 1928 pemuda dari seluruh pelosok negeri berdiri tegak bergandeng tangan, paham, suku, agama dan ras berbeda menjadi kekayaan bersama. Ragam budaya menjadi kekuatan dahsyat pemuda kala itu hingga menjadi alasan lahirnya kalimat suci simbol kesatuan dan persatuan pemuda, satu bahasa, bangsa dan tanah air satu tanah air yakni Indonesia.

Bacaan Lainnya

Demikian diangankan sosok pemuda yang akrab disapa UB. Meski ia menyadari pra Musda KNPI pekan lalu hingga Musda berlalu, sekat-sekat pemuda demikian menonjol, dan terpecah bela khususnya di Sultra.

“Saya ingin mengajak pemuda bersatu, refleksi Sumpah Pemuda ini menjadi momentum untuk kita kembali persatukan kekuatan pemuda yang selama ini terpecah, mari kita tanggalkan perbedaan, melalui KNPI kita bangkitkan, kita torehkan pengabdian pemuda dalam mengawal bangsa dan negara, khususnya daerah tercinta Sultra” ajaknya.

Seruan persatuan tersebut seiring dengan fakta terjadinya dualisme di tubuh KNPI menjadi beberapa versi. Sebenarnya, lanjut dia, KNPI tidak sedang terpecah. Hanya saja, ada sekelompok pemuda tidak menerima hasil Kongres Luar Biasa (KLB) KNPI pada Juni 2015 yang mencabut mandat ketua DPP KNPI hasil kongres KNPI di Papua pada Februari 2015 lalu.

“Kita di Sultra menjalankan amanah KLB itu. Awalnya saya tidak berani mengemban amanah itu, agak ragu bermain di air keruh. Tapi karena saya melihat, Negara melalui Kemenkumham melegitimasi hasil KLB melalui Surat Keputusan, maka dengan nawaitu yang tulus, bismillah, kita jalan,” ungkap Ketua Pertina Sultra ini.

Dikemukakan UB, Pasca Pelantikan dirinya sebagai Ketua KNPI Sultra, tugas berat yang harus diselesaikannya adalah menyatukan kembali kekuatan pemuda di Sultra. Dinilainya momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2017 dengan tema “Berani Bersatu” menjadi ajang yang tepat merangkul dan mengajak persatuan di kalangan pemuda untuk kembali pada bingkai kesatuan.

“Insya Allah, pada Hari Sumpah Pemuda nanti, tanggal 28 Oktober 2017, kita punya kegiatan di Grand Clarion Hotel. Kita akan undang kawan-kawan pemuda di sebelah. Salah satu agendanya adalah menyatukan kembali perbedaan presepsi. Ini juga sebagai tindak lanjut dari surat Kemenpora agar kita pemuda kembali ke konstitusi,” pungkas UB. (AK)

Pos terkait