Tambang beri dampak negatif dan positif bagi masyarakat

  • Whatsapp

Jumat, 28 April 2017

Kendari, (SultraDemoNews)-Tambang adalah pengahasil perekonomian terbesar di Indonesia, tetapi selain memberikan dampak yang baik buat perekonomian negara tambang juga memberikan dampak yang buruk buat masyarakat dan lingkungan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana Amiruddin S.pd. Katakan pada dasarnya kegiatan pertambangan itu dapat merusak lingkungan dan lingkungan adalah pusat dari kehidupan makhluk hidup apabila terpeliharanya Lingkungan Hidup maka pembangunan berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan sejahtera oleh manusia pada masa kini maupun masa mendatang. Kamis 27/4/2017.

Lembaga independen seperti LIRA juga sudah berupaya melakukan pengawasan yang positif terhadap pertambangan tetapi tetap belum maksimal karena lembaga-lembaga independen yang ada di kabupaten bombana ini masih punya banyak keterbasan sehingga dalam pengawasan mungkin saja belum mendapatkan hasil yang maksimal, tutur Muh. Anis, Amd PAR Kepala LIRA Kabupaten Bombana, dalam kegiatan diskusi di Aula

Contoh Salah satu pertambangan di Daerah kabupaten Bombana, Kata tokoh masyarakat bombana Sukmar. G memang tambang itu memberikan dampak negatif buat masyarakat dan lingkungan tetapi, kita sebagai masyarakat yang tinggal di daerah industry pertambangan harus selalu menjaga kerukunan dan juga selalu ingatkan kepada perusahaan untuk tetap menjaga lingkungan dengan cara baik-baik agar tidak terjadi konflik antar warga.”

“perusahaan pertambangan yang ada di kabupaten bombana ini awalnya adalah lahan saya yang di gunakan untuk usaha pertambangan akibatnya perusahaan tersebut tidak mereklamasi lahan atau lokasi pertambangan yang mereka kelola sehingga menimbulkan dampak yang buruk terhadap lingkungan, Tapi saya tidak melakukan provokasi kepada warga untuk menentang perusahaan tersebut justru saya sebagai pemilik lahan tetap melakukan hal – hal yang positif dalam upaya mengajak komunikasi dengan perusahaan tersebut walaupun tidak ada solusi. Tutupnya.

Reporter : Umi Kholifatul KK

Pos terkait