Umar Bonte Nilai Penyebar Paham Politik Dinasti Cenderung Primitif dan Inkonstitusional

  • Whatsapp

Kendari, SultraDemoNews- Untuk kesekian kalinya Umar Bonte kembali meluruskan pernyataan-pernyataan yang tidak edukatif dan keluar dari kalangan politikus, pemerhati, maupun simpatisan.

Kali ini, Tokoh pemuda inspiratif bidang politik itu mengoreksi paham politik dinasti yang cenderung ditujukan kepada Paslon Asrun-Hugua yang saat ini sedang menghadapi hajatan Pilgub Juni mendatang.

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, paham politik dinasti sesungguhnya adalah pemikiran primitif, lampau, dan inkonstitusional, sebab, pemikiran tersebut lebih tepatnya hidup dizaman kerajaan, atau masa Indonesia belum merdeka.

“Saya melihat orang yang mempersoalkan politik dinasti itu kecenderungannya berfikir mundur dan cenderung primitif dan buta konstitusi. Mereka tidak tahu bahwa konstitusi hari ini tidak ada mempersoalkan politik dinasti dan memang tidak ada politik dinasti setelah indonesia merdeka. Sekarang Dimana politik dinasti di Indonesia,” kata Ketua KNPI Sultra itu.

Tambahnya, di era modern yang demokrasi ini, tidak ada lagi politik dinasti. Politik dinasti yang dimaksud dan dianut para pendahulu adalah pemimpin yang tidak dipilih oleh rakyat, dan duduk atas dasar keturunan. Dengan kata lain diwariskan atau mewarisi tahta kerajaan seperti dinasti Ming.

“Politik dinasti itu hanya terjadi dizaman kerajaan, dimana seorang raja tidak dipilih langsung oleh rakyat. Ini dipilih loh, dipilih oleh rakyat. Darimana dinastinya. Jadi kalau tidak sanggup melawan pak Asrun tidak usah dikait-kaitkan dengan dinasti,” tambahnya.

Karena itu, Tim Pemenangan Jokowi wilayah Indonesia Timur ini menegaskan, jangan karena Asrun-Hugua memiliki basis kekuatan yang jelas lalu diserang dengan isu politik dinasti.

“Hanya karena kita kuat, kita diserang dengan isu yang tidak benar. Berpolitik lah dengan santun. Artinya saya berpesan kepada seluruh lawan politik kita jangan membawa isu-isu yang tidak jelas. Bermain secara sehat sajalah dan jangan menjelek-jelekan figur lain,” tandasnya.

Pos terkait