Walikota Kendari Hadiri Ritual Melasti Umat Hindu

  • Whatsapp

Sabtu, 25 Maret 2017

Kendari, (SultraDemoNews)- Walikota Kendari, Asrun ikut serta dalam ritual Melasti yang dilakukan oleh Umat Hindu di Pantai Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (25/3/2017).

Bacaan Lainnya

Ritual Melasti merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh Umat Hindu untuk mensucikan diri dari perbuatan buruk di masa lalunya. Ritual ini dilakukan tiga hari jelang Hari Raya Nyepi yang jatuh tepat pada tanggal 28 Maret mendatang.

Dalam sambutannya, Asrun mengatakan bahwa setiap umat harus hidup saling berdampingan dan hidup rukun, serta selalu bergotong royong.

“Kan setiap orang sudah memiliki kepercayaannya masing-masing, sudah sepantasnya jika kita saling menghargai, begitu pula dengan ritual yang dilakukan Umat Hindu hari ini harus kita hargai,” katanya.

Pada kesempatan itu pula, Asrun berjanji jika kedepannya akan menyediakan tempat yang paten untuk digunakan oleh Umat Hindu dalam melakukan ritual tersebut, sehingga tidak perlu lagi menggunakan tempat publik.

“Sekarangkan belum ada tempat yang paten, jadi tidak masalah ritualnya dilakukan di Pantai Nambo, tapi kedepannya kita akan usahakan agar ada tempat khusus sehingga nanti lebih fokus karena ini juga jumlahnya banyak dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Sultra,” ujarnya.

Reporter : Sha

Sabtu, 25 Maret 2017

Kendari, (SultraDemoNews)- Walikota Kendari, Asrun ikut serta dalam ritual Melasti yang dilakukan oleh Umat Hindu di Pantai Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (25/3/2017).

Ritual Melasti merupakan salah satu ritual yang dilakukan oleh Umat Hindu untuk mensucikan diri dari perbuatan buruk di masa lalunya. Ritual ini dilakukan tiga hari jelang Hari Raya Nyepi yang jatuh tepat pada tanggal 28 Maret mendatang.

Dalam sambutannya, Asrun mengatakan bahwa setiap umat harus hidup saling berdampingan dan hidup rukun, serta selalu bergotong royong.

“Kan setiap orang sudah memiliki kepercayaannya masing-masing, sudah sepantasnya jika kita saling menghargai, begitu pula dengan ritual yang dilakukan Umat Hindu hari ini harus kita hargai,” katanya.

Pada kesempatan itu pula, Asrun berjanji jika kedepannya akan menyediakan tempat yang paten untuk digunakan oleh Umat Hindu dalam melakukan ritual tersebut, sehingga tidak perlu lagi menggunakan tempat publik.

“Sekarangkan belum ada tempat yang paten, jadi tidak masalah ritualnya dilakukan di Pantai Nambo, tapi kedepannya kita akan usahakan agar ada tempat khusus sehingga nanti lebih fokus karena ini juga jumlahnya banyak dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Sultra,” ujarnya.

Reporter : Sha

Pos terkait