Kendari, Sultrademo.co — Calon jemaah haji asal Kendari mendapat peringatan serius terkait risiko penularan penyakit selama berada di Tanah Suci, termasuk larangan keras menyentuh unta. Imbauan ini disampaikan dalam kegiatan manasik kesehatan yang digelar di Balai Kota Kendari, Selasa (31/3/2026).
Petugas kesehatan, dr. Anti Rahmawati, menegaskan bahwa interaksi langsung dengan unta berpotensi menularkan virus berbahaya. “Walaupun unta terlihat menggemaskan, jemaah diminta tidak menyentuhnya karena ada risiko penularan penyakit,” ujarnya saat memberikan materi.
Selain itu, jemaah juga diminta mempersiapkan obat-obatan pribadi, terutama bagi yang memiliki penyakit kronis seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan gangguan lambung. Ia juga menyoroti keterbatasan obat batuk di lokasi ibadah, sementara risiko terpapar batuk cukup tinggi.
Kegiatan pembinaan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, yang menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan ibadah haji. Menurutnya, kondisi lingkungan yang berbeda dan durasi ibadah yang panjang membuat aspek kesehatan menjadi faktor krusial.
“Ibadah haji membutuhkan kesiapan menyeluruh. Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan jemaah memiliki pengetahuan dan kesadaran menjaga kesehatan selama di Tanah Suci,” kata Amir Hasan.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Dinas Kesehatan dan Kementerian terkait dalam memberikan pembinaan kepada calon jemaah. Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelaksanaan ibadah haji yang aman, nyaman, dan sehat.
Melalui kegiatan ini, para calon jemaah diharapkan memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan, menjaga kebugaran, serta langkah-langkah pencegahan penyakit agar ibadah dapat berjalan lancar hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

















