Kendari, Sultrademo.co – Kinerja ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 3,6 miliar dolar AS atau setara Rp59,76 triliun. Capaian tersebut meningkat 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sultra, Sukanto Toding, mengatakan peningkatan nilai ekspor tersebut menunjukkan tren positif aktivitas perdagangan luar negeri Sultra. Namun demikian, struktur ekspor daerah masih sangat bergantung pada sektor pertambangan.
“Dari total ekspor Sultra tahun 2025, sekitar 98 persen masih didominasi sektor pertambangan. Sementara komoditas non-pertambangan baru berkontribusi sekitar 2 persen,” kata Sukanto.
Padahal, menurut dia, Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, khususnya di sektor pertanian dan kelautan. Berbagai komoditas unggulan pertanian Sultra antara lain jagung, kakao, mete, lada, sagu, cengkeh, kelapa, kopra, briket arang, dan pala.
Selain itu, sektor perikanan juga menyimpan peluang ekspor yang besar. Komoditas perikanan unggulan Sultra meliputi rumput laut, gurita, cakalang, tuna, udang, udang vaname, kepiting, ubur-ubur asin, kerapu segar, hingga kerang darah.
Sukanto menyebutkan, seluruh komoditas pertanian dan perikanan tersebut telah diekspor ke 13 negara tujuan selama periode Januari–Desember 2025. Negara tujuan ekspor tersebut meliputi China, Jepang, India, Amerika Serikat, Singapura, Filipina, Belanda, Meksiko, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Republik Dominika.
“Ini menunjukkan bahwa produk Sulawesi Tenggara sebenarnya memiliki daya saing di pasar global, khususnya untuk komoditas non-pertambangan,” ujarnya.
Untuk mendorong peningkatan ekspor non-pertambangan, Sukanto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan instansi vertikal, asosiasi, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Percepatan Ekspor.
“Sinergitas ini perlu terus ditingkatkan agar kinerja ekspor Sulawesi Tenggara semakin baik dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.








