Mangrove Moramo Nyaris Habis, Sejumlah Galangan Kapal di Duga Tak Miliki Amdal

Rahmat, Tokoh pemuda Moramo

KENDARI – Investasi ugal-ugalan yang terjadi di kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup parah dan menyebabkan terganggunya ekosistem laut.

Alih fungsi lahan yang terjadi berdampak pada kerusakan hutan magrove di kawasan industri galangan kapal yang ada di pesisir laut kelurahan Lapuko dan desa ponambea.

Bacaan Lainnya

Salah satu tokoh pemuda Moramo, yang juga merupakan Fungsionaris Relawan Kita Prabow, Win Rahmat Buhari menjelaskan, bahwa kerusakan mangrove yg terjadi di pesisir moramo tidak bisa ditolerir apa lagi sejumlah perusahaan seperti PT SMS, PJS, GE, dan GMS diduga belum memiliki Amdal.

Rahmat, Tokoh pemuda Moramo

“Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Moramo, saya meminta kepada pihak penegak hukum serta pemerintah segera menindaki perusahaan galangan kapal yang melanggar apa lagi saya liat empat perusahaan tersebut suda berkegiatan”, ungkapnya.

Selain itu, Rahmat Buhari meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) intens melakukan pengawasan di kecamatan Moramo, pasca PT Galangan Bahari Utama (GBU) diberhentikan sementara aktivitasnya beberapa waktu lalu, setelah kedapatan memanfaatkan ruang laut tanpa dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Tim Redaksi

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait