Pacu Hilirisasi, Gubernur Sultra Resmikan Ekspor Langsung Feronikel 1015 Ton ke China

Oplus_131072

Kendari, Sultrademo.co – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi memulai babak baru dalam aktivitas perdagangan internasional melalui peluncuran ekspor langsung (direct export) komoditas feronikel dari Kendari New Port menuju Lianyunggang, China, Rabu (28/1/2026).

Langkah ini memangkas rantai distribusi logistik yang selama ini harus melalui pelabuhan transit di kota lain.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melepas secara resmi pengiriman perdana sebanyak 46 kontainer feronikel milik PT Winarapan melalui PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional IV Kendari.

Ekspor perdana ini mencatatkan volume sebesar 1.015 ton dengan nilai mencapai 2,95 juta dollar AS atau setara dengan Rp 49,27 miliar.

Selama ini, komoditas asal Sultra harus melalui proses double handling atau bongkar muat ganda di pelabuhan besar seperti Makassar, Surabaya, atau Jakarta sebelum bertolak ke negara tujuan. Hal ini menyebabkan biaya logistik membengkak dan pencatatan ekspor tidak dilakukan di daerah asal.

GM Pelindo Regional IV Kendari, Hariyanto, menjelaskan bahwa dengan direct export, efisiensi menjadi keunggulan utama.

“Sebelumnya, komoditas kita tercatat sebagai ekspor dari Makassar atau Jakarta. Sekarang, Bill of Lading (dokumen angkutan barang) tercatat di Bea Cukai Kendari. Nama Sulawesi Tenggara kini langsung diakui di pasar internasional,” ujar Hariyanto.

Untuk mendukung standarisasi global, Pelindo telah mengimplementasikan Terminal Operation System (TOS) di Kendari New Port. Sistem operasional ini diklaim setara dengan pelabuhan modern di Jakarta, Surabaya, bahkan pelabuhan internasional di China.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa momentum ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi mineral. Pemerintah enggan sumber daya alam Sultra keluar hanya dalam bentuk bahan mentah.

“Hilirisasi nikel harus memberikan nilai tambah ekonomi, transfer teknologi, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Ekspor langsung ini membuktikan infrastruktur dan layanan kepabeanan kita semakin kompetitif,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Sultra berjanji akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif dan memberikan kepastian hukum guna menarik lebih banyak investasi di sektor industri pengolahan.

Dengan adanya akses perdagangan global yang lebih terbuka, pertumbuhan ekonomi Sultra diharapkan dapat terakselerasi secara signifikan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Laporan: Muhammad Sulhijah

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait