Kendari, Sultrademo.co — Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menghadiri peresmian Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sodoha yang telah direhabilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (30/1/2026).
Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam penguatan sektor kelautan dan perikanan, khususnya bagi masyarakat pesisir dan nelayan di Kota Kendari.Pemanfaatan PPI Sodoha tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kendari menyampaikan apresiasi atas rehabilitasi fasilitas PPI yang dinilai semakin representatif dan fungsional.
“Pemerintah Kota Kendari menyambut baik peresmian PPI Sodoha ini. Kami berharap keberadaan PPI yang lebih baik dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar dr. Hj. Siska Karina Imran.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa PPI tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendaratan ikan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi nelayan yang harus ditunjang dengan infrastruktur memadai dan pengelolaan yang profesional.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan selama ini adalah menurunnya kualitas ikan akibat keterbatasan fasilitas pascapanen. Nelayan masih bergantung pada es batu di atas kapal, sehingga daya tahan dan kualitas ikan menjadi rendah dan berpengaruh terhadap harga jual.
“Kalau kualitas ikan di sini tidak bagus, maka ikan yang kita konsumsi di rumah juga pasti tidak bagus. Hampir 70 persen masyarakat mengambil ikan dari sini,” kata Gubernur.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar, mencapai sekitar 1,5 juta ton per tahun. Namun, pada 2025 produksi perikanan baru mencapai 264.883 ton. Menurutnya, potensi tersebut tidak akan optimal tanpa dukungan infrastruktur dan sistem pengelolaan yang baik.
Berdasarkan data tahun 2025, jumlah nelayan pengguna PPI di Sulawesi Tenggara tercatat sebanyak 782 orang, dengan total produksi perikanan di PPI Sodoha mencapai sekitar 11.497 ton. Data tersebut menunjukkan peran strategis PPI Sodoha dalam menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah merehabilitasi sarana dan prasarana PPI Sodoha guna meningkatkan efisiensi aktivitas nelayan, menjaga kualitas hasil tangkapan, serta memperbaiki rantai distribusi dan pemasaran hasil perikanan.
Meski demikian, Gubernur Andi Sumangerukka mengingatkan pentingnya menjaga dan memelihara fasilitas yang telah dibangun. Ia menekankan perlunya pengaturan yang adil agar tidak memicu konflik antar pihak setelah kawasan PPI menjadi lebih tertata dan bersih.
“Jangan sampai setelah dibangun dan diperbaiki, justru menimbulkan konflik. Semua harus diatur dengan baik dan dijaga bersama,” tegasnya.
Selain PPI Sodoha, kawasan PKL Sodoha juga telah ditata dan ditertibkan. Penataan tersebut dilakukan bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan agar kawasan dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan dan pengembangan usaha perikanan.
Gubernur optimistis, dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, pengelolaan yang profesional, serta sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan nelayan, sektor perikanan Sulawesi Tenggara dapat tumbuh menjadi sektor unggulan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.








