Bejat, Sudah 3 Kali Beraksi, Pria 29 Tahun di Kolono Cabuli Anak Dibawah Umur

Foto Ilustrasi

Kendari, Sultrademo.co – Seorang pria bernama Paha Bin Toneno (29) diamankan oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kolono setelah kedapatan melakukan pelecehan seksual terhadap anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD), berinisial A ( samaran), (10) di Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Kanit Reskrim Polsek Kolono, Ipda Yusdi mengatakan kasus pencabulan anak dibawah umur tersebut dilaporkan langsung oleh pihak keluarga korban pada Selasa (28/9/2021).

Bacaan Lainnya

“Kejadian tersebut atas laporan Polisi Nomor LP/19/1X /2021/SPK SEK Kolono/Res Konsel/Polda Sultra hari Selasa tgl 28 September 2021 dengan pelapor bernisial T (23), Tante dari korban,” ungkap Ipda Yusdi melalui sambungan teleponnya, Jumat (15/10).

Kepala Desa setempat, Suleman menambahkan berdasarkan hasil penyidikan dari pihak kepolisian, pelaku P (29) mengakui perbuatannya dan telah tiga kali melakukan aksi pelecehan seksual terhadap korban.

“Pelaku sudah ketiga kalinya melakukan aksi pencabulan tersebut,” pungkas Suleman.

Ia menjelaskan, pencabulan yang berlangsung pada Selasa (28/9) pukul 13.30 WITA tersebut berlangsung di rumah korban.

Menurutnya, pelaku P (29) masuk ke kamar korban lalu memaksa untuk membuka celana korban. Sedangkan korban melakukan perlawanan dengan melarang tindakan tersebut dan kemudian menendang pelaku P (29).

“Korban bilang, jangan buka celana saya. Kemudian dia tendang pelaku. Saat itu ada tante korban sebagai saksi. Saksi langsung berteriak mengusir pelaku untuk keluar dari kamar korban,” bebernya.

“Si pelaku Paha (29) menceritakan segala perbuatan bejatnya, saat ditemukan pada hari itu dia mengaku baru rencana mau melakukan. Tapi belum sempat sudah diprogoki oleh tante dari korban. Kebetulan tantenya tetangga samping rumah,” tambahnya.

Ia menilai, kondisi korban A (samaran), (10) saat itu sangat memprihatinkan, sehingga ia langsung melaporkan kejadian tersebut kepda Aparat Penegak Hukum (APH).

“Hari itu juga pihak Kepolisian Polsek Kolono langsung datang menjemput di rumah saya tanpa memakan waktu lama,” ujarnya.

“Untuk proses selanjutnya kami atas nama Pemerintah Desa melimpahkan kepihak yang berwajib guna penyelidikan lanjut,” ungkap Kades setempat

Masih kata Kades, lanjutnya, Cobanya itu sudah gadis dan memenuhi persyaratan perkawinan mungkin kami pihak pemerintah mengambil kebijakan dengan berkordinasi kepada pihak orang tua korban untuk menempuh jalur Adat yang berlaku.

“Tapi sangat disayangkan yang terjadi anak masih dibawa umur sehinga kami pemerintah bersama BPD Desa tidak bisa bisa berbuat apa-apa kami limpahkan saja kepada penegak hukum dalam hal ini kepolisian Polsek Kolono Polres Konsel,” tandasnya.

Sedangkan paman korban, Y,  sangat menyesalkan adanya kejadian tersebut. Ia berharap penyelesaian kasus tersebut tidak ditempuh melalui jalur kekeluargaan atau hukum adat.

“Atas kejadian ini tidak ada kata damai atau di atur secara kekeluargaan, harus melalui persedur hukum. Yang pasti dan jelas, ini tidak main-main kalau pencabulan anak dibawa umur,” tegasnya.

“Saya berharap kepada pihak kepolisian Polsek Kolono Polres Konsel untuk menindak lanjut sampai proses penegakan hukum berjalan sesuai peraturan,” tutupnya.

Penulis: Luthfi Badiul Oktaviya
Editor: UL

Pos terkait