Diduga Bocorkan Data Nasabah, Begini Penjelasan Pihak Bank BRI

Ketgam : Kantor BRI Cabang Kendari

Kendari, Sultrademo.co – Salah satu nasabah Bank BRI yang menduga datanya dibocorkan oleh oknum pegawai Bank BRI mendatangi kantor BRI guna meminta keterangan, Rabu (15/6/2022)

Fadri (24) selaku nasabah Bank BRI yang merasa dirugikan menuturkan, bahwa ada beberapa transaksi transferannya menggunakan akun Brimo telah disebarluaskan tanpa sepengetahuannya.

Bacaan Lainnya

“Sebab yang memiliki kuasa untuk mengakses dan mengetahui data nasabah itu adalah pihak bank itu sendiri,” kata Fadri.

Lebih lanjut, Fadri menjelaskan pihak bank tidak bisa seenaknya untuk membocorkan data nasabah sebab ketentuannya telah diatur dalam Undang-Undang.

“Dugaan kami salah satu oknum pegawai bank yang membocorkan data tersebut, sebab mereka yang memiliki user untuk bisa masuk kedalam sistem bank,” cetusnya.

Fadri juga menambahkan jika memang akun Brimonya dihack oleh seseorang, kenyataannya pihaknya masih bisa mengakses Brimo melalui handpone pribadinya.

“Ini sudah melanggar privasi, dan saya akan melaporkannya dipihak yang berwajib, baik itu kepolisian, OJK dan juga Ombudsman,” tegasnya

Ditempat yang sama, Manager Bank BRI Cabang Kendari, Panji saat dimintai keterangan, menuturkan bahwa semua yang dilontarkan oleh nasabah tersebut baru sebatas dugaan dan pihaknya juga tidak bisa membuktikan seperti apa.

“Kalau cuma masalah capture transaksi semua orangkan bisa menyebarkan, bahkan pihak bankpun ngga punya akses untuk mengakses brimo, jadi kalau misalkan mau dideteksi pihak bank yang melakukan disisi mananya juga ngga ada,” kata Panji.

Dia juga menerangkan terkait seperti apa kronologis lengkapnya atas permasalahan tersebut, pihaknya masih menunggu perkembangannya.

“Karena kerugian finansial juga ngga ada, kemudian ruang lingkupnya mengira bahwa ini adalah tindakannya pihak bank, tapikan saya sudah jelaskan bahwa tidak ada pihak bank yang bisa mengakses brimo karena itukan privat dan dia cuma bisa diakses oleh handponenya si nasabah itu sendiri,” tuturnya.

Labih lanjut, Penji menjelaskan bahwa sistem keamanan Brimo dibuat sudah dengan sangat berlapis lapis.

“Kalau misalkan akun brimo itu dihack atau misalkan dibuka diuser lain pasti akun yang ada di handponenya itu akan ke close tapi nyatanyakan tidak terclose berartikan tidak ada yang menghack aslinya, kalau saya liat tadi cuma masalah penyebarluasan informasi sendiri,” Panji menjelaskan.

Kemudian, kata Fandi, bahwa yang menyebarluaskan bukti transaksi tersebut adalah orang-orang yang dikontak oleh nasabah itu sendiri.

“Memang dia sendiri yang mengshare bukti transfernya ke orang itu, kepihak ketiga itu, jadi nggak ada campur tangan bank disana,” tutupnya.

Laporan : Muh Sulhijah
Editor : UL

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait