Dinas Pertanian Sebut Amohalo Berpotensi Jadi Sentral Lumbung Pangan Kota Kendari

Ketgam : Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sitti Ganef, Mingggu (31/10/2021)

Kendari, Sultrademo.co – Dinas Pertanian Kota Kendari menyebut kawasan Amohalo Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga memiliki potensi lahan yang cukup luas yakni mencapai 1000 hektare.

Melihat potensi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sitti Ganef mengatakan pihaknya bakal mendorong petani yang ada di kawasan tersebut untuk menerapkan sistem pertanian organik.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Ganef menyebutkan potensi tersebut juga bisa menjadi salah satu sentral dan lumbung pangan di Kota Kendari.

“Untuk mendukung sistem pertanian di Amohalo menjadi organik, saat ini kita bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra). Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Sitti Ganef melalui sambungan telepon, Minggu, (31/10/2021).

Ganef mengaku, tahun ini, pihaknya sudah mengusulkan kegiatan penyusunan masterplan pengembangan agrowisata Amohalo dengan rencana sebaran pengembangan komoditas berupa lahan padi sawah seluas kurang lebih 700 hektare, hortikultura 33 hektare, tanaman buah-buahan 215 hekatare, jagung dan umbi-umbian seluas 45 hektare serta pengembangan komunitas lainnya seperti peternakan dan perikanan darat.

Sementara khusus pengembangan komoditas tanaman padi sawah, dari total potensi kurang lebih 700 hektare sudah dikelola seluas 450 hektare atau sekitar 64,29 persen.

“Adapun kebijakan pengembangan pertanian di Amohalo diarahkan pada pengembangan pertanian organik, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kebijakan pengalihan pertanian ke organik ini, untuk menghasilkan produk pangan sehat dan upaya mendorong peningkatan nilai tambah petani dari produk pangan sehat sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

“Untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah karena dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas serta energi dari seluruh pihak terkait pemerintah, perbankan dan swasta serta petani pada khususnya,” tegasnya.

Untuk diketahui, selain bekerjasama dengan BI, pihaknya juga bekerjasama dengan BUMN Pupuk Kaltim yang menawarkan produk pupuk organik sehingga kolaborasi antara integrated ecofarming berteknologi mikroba Alfa-fa dengan Pupuk Kaltim semakin mempercepat skala pengembangan kawasan agrowisata berbasis pertanian organik.

Laporan : Hani
Editor : UL

Pos terkait