Sebut Ketergantungan Impor Pangan Gerus Kesejahteraan Petani, Zulhas: Swasembada Adalah Kehormatan

Kendari, Sultrademo.co – Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyoroti tingginya angka impor sejumlah komoditas pangan pokok di Indonesia.

Menurutnya, ketergantungan terhadap produk luar negeri secara langsung mengancam kesejahteraan petani lokal dan menurunkan taraf hidup masyarakat pedesaan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Pria yang akrab disapa Zulhas ini saat memberikan orasi politik dalam acara Pelantikan Pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Hotel Claro Kendari, Selasa (6/10/2026).

Dalam orasinya, Zulhas memaparkan sejumlah data volume impor komoditas pangan yang dinilainya cukup memprihatinkan untuk negara dengan jumlah penduduk mendekati 300 juta jiwa.

“Kita impor beras 3 juta ton, gandum atau terigu 13 juta ton per tahun, kedelai 2,6 juta ton untuk tahu dan tempe, serta gula hingga 6 juta ton. Bahkan garam kita masih impor 4 juta ton,” papar Zulhas di hadapan para kader dan pimpinan daerah.

Ia menambahkan, ketergantungan tersebut bahkan merembet pada industri peternakan seperti daging ayam dan telur yang pasokan pakannya masih sangat bergantung pada pasar global.

Zulhas menegaskan bahwa besarnya angka impor berarti melimpahkan manfaat ekonomi kepada para produsen di luar negeri, seperti Tiongkok, Vietnam, dan Thailand.

Dampaknya, sekitar 160 juta warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian di dalam negeri justru terjebak dalam garis kemiskinan.

“Kalau kita terus bergantung pada impor, petani-petani kita masuk pada kelompok ekonomi terbawah, desil 1 dan desil 2. Jika tidak dibantu beras atau Bantuan Langsung Tunai (BLT), mereka kesulitan menyekolahkan anak dan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujarnya.

Guna mengatasi persoalan tersebut, ia menekankan pentingnya pencapaian swasembada pangan. Bagi Zulhas, swasembada bukan sekadar angka produksi, melainkan menyangkut martabat dan kehormatan bangsa serta para pemangku kebijakan di daerah.

“Swasembada itu artinya kehormatan. Kehormatan para gubernur, bupati, wali kota, dan seluruh petani Indonesia. Tugas kita bersama adalah membela dan mengangkat kesejahteraan mereka,” kata Zulhas.

​Lebih lanjut, Zulhas menyebutkan bahwa kesamaan pandangan mengenai kedaulatan pangan dan perlindungan petani ini menjadi alasan kuat di balik eratnya kerja sama politik antara PAN dan Presiden Prabowo Subianto.

“Inilah kesamaan kami dengan Pak Prabowo, sehingga kita berjalan bersama. Koalisi kami dengan Gerindra adalah koalisi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional,” pungkasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Muhammad Sulhijah

Pos terkait