Kendari, Sultrademo.co – Pemerintah Kota Kendari kembali menyalurkan bantuan beasiswa bagi Peserta Didik Berprestasi Keluarga Tidak Mampu APBD Tahun 2022 Jenjang SMP sekaligus menyerahkan bantuan kepada tenaga honorer.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir di Aula Dinas Dikmudora Kota Kendari.
Wali Kota mengatakan penyerahan bantuan ini untuk memastikan apapun kondisi dan situasinya, anak didik kita harus tetap bisa bersekolah.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa kembali menyalurkan bantuan beasiswa, yang lalu kita berikan untuk jenjang SD dan sekarang jenjang SMP. Tentu ini kita lakukan untuk memastikan bahwa anak-anak kita apapun kondisi dan situasinya tetap bisa bersekolah itu yang paling penting,” ujarnya, Kamis, (28/04/22).
“Harapannya agar anak-anak kita ini bisa menjadi anak-anak yang punya kemampuan meningkatkan pendidikan yang baik sehingga nanti bisa membanggakan bangsa dan orang tua kita,” harap Wali Kota.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kendari, Makmur mengatakan bantuan yang diserahkan kepada siswa-siswi berprestasi se-Kota Kendari ini merupakan bantuan yang bersumber dari dana APBD Pemerintah Kota Kendari.
Bantuan tersebut juga merupakan program unggulan Wali Kota dalam rangka memberantas kemiskinan menuntaskan pendidikan peserta didik di kota Kendari sehingga nantinya angka partisipasi di kota Kendari semakin tinggi.
“Ini adalah beasiswa miskin berprestasi yang diberikan kepada 220 siswa SD se-Kota Kendari, masing-masing siswa mendapatkan Rp.1,5 juta dengan total anggaran Rp.330 juta. Sementara SMP dianggarkan Rp.234 juta untuk 130 siswa dimana masing-masing siswa mendapatkan bantuan senilai Rp.1,8 juta. Dengan demikian, total anggaran beasiswa Pemkot Kendari 2022 sebesar Rp.564 juta,” terang Makmur.
Makmur menjelaskan tidak ada batasan untuk sekolah yang hendak mendaftkan anak didiknya sebagai penerima bantuan sebab kata dia (Makmur), setiap sekolah boleh saja mengusulkan ke Dinas Pendidikan kemudian akan dilakukan verifikasi oleh pihak terkait.
“Semua sekolah boleh mengusulkan kemudian akan dilakukan verifikasi. Jika syaratnya terpenuhi kita lakukan seleksi terkait prestasi siswa disekolah, semakin bagus prestasi kemungkinan untuk dapat bantuan semakin besar. Tidak ada ukuran dalam menetukan berapa jumlah siswa dalam satu sekolah yang layak menerima bantuan hanya saja salah satu syarat penerimanya memiliki kartu keluarga harapan,” beber Makmur.
“Kami berharap semua peserta didik bisa memanfaatkan dana ini untuk keperluan pendidikannya,” harapnya.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






