Usung Desentralisasi Politik, Partai Gema Bangsa Sultra Mulai Panaskan Mesin

Oplus_131072

Kendari, Sultrademo.co – Partai Gema Bangsa mulai memanaskan mesin politiknya di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Melalui skema desentralisasi politik, partai pendatang baru ini berupaya merombak pola kepemimpinan nasional dengan menitikberatkan pembangunan dari level akar rumput atau bottom-up.

Langkah awal ini diwujudkan melalui gelaran Kelas Kader dan Kepemimpinan yang berlangsung di Hotel D’blitz, Kendari, pada Jumat (13/2/2026) hingga Sabtu (14/2/2026). Agenda ini menjadi krusial sebagai persiapan menghadapi verifikasi faktual partai politik pada 2027 serta pemetaan target pemenangan di Sulawesi Tenggara.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, menegaskan bahwa partainya hadir untuk menawarkan antitesis dari sistem politik saat ini yang dinilai terlalu sentralistik atau top-down.

“Partai Gema Bangsa adalah satu-satunya partai yang menerapkan sistem desentralisasi politik. Wewenang dan otoritas kami berikan kepada pemimpin di daerah dan provinsi. Kami ingin membangun Indonesia dari lapisan paling bawah,” ujar Rofiq.

Rofiq menilai, dinamika demokrasi Indonesia saat ini terasa “pengap” dan sulit berpihak pada kepentingan masyarakat bawah. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan di daerah menjadi kunci utama. Dengan memberikan ruang luas bagi daerah, ia meyakini akan muncul sosok-sosok pemimpin baru baik bupati maupun anggota dewan yang lebih berintegritas dan minim kontaminasi praktik korupsi.

“Kami berpolitik dengan keberpihakan dan membangun harapan, bukan sekadar ikut-ikutan ramai. Kami ingin membangun Indonesia bukan dari Jakarta, melainkan dari daerah,” tegas Rofiq.

Mengenai target politik, Ahmad Rofiq mematok target tinggi namun optimistis. Partai Gema Bangsa membidik perolehan satu fraksi utuh di setiap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat kabupaten dan kota di seluruh Sulawesi Tenggara.

Tak hanya di legislatif, partai ini juga menargetkan kemenangan dalam kontestasi pemilihan bupati dan wali kota. Menurut Rofiq, desentralisasi harus mampu menghadirkan keunggulan spesifik di tiap wilayah yang berujung pada kemenangan politik yang terukur.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema Bangsa Sultra, Aryo Wira Setiawan, menjelaskan bahwa Kelas Kader ini merupakan wadah untuk menyamakan persepsi pengurus mengenai platform perjuangan partai.

Agar target yang dicanangkan tidak menjadi sekadar angan-angan, Aryo menyebut pihaknya melibatkan konsultan, praktisi, hingga pengamat politik untuk membedah peta kekuatan di lapangan.

“Kami tidak ingin tiba-tiba mematok target tinggi tanpa dasar yang kuat. Analisis mendalam dilakukan bersama DPP dan seluruh komponen agar target yang ditetapkan nantinya benar-benar terukur,” kata Aryo.

Terkait kesiapan administratif, Aryo mengungkapkan bahwa Partai Gema Bangsa telah terbentuk di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Saat ini, proses pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) terus berjalan untuk memenuhi syarat verifikasi faktual tahun 2027.

Ia pun menaruh kepercayaan penuh pada rekam jejak Ahmad Rofiq dalam menakhodai partai baru. “Ketua Umum kami adalah maestro dalam membangun dan membesarkan partai di tingkat nasional. Kami optimis tidak hanya lolos verifikasi, tetapi juga mampu memberikan warna baru dan melahirkan perubahan di kancah politik Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Pos terkait