Dinkes Kendari Imbau Warga Maksimalkan Pola Hidup Sehat untuk Cegah DBD di Musim Penghujan

Kendari, Sultrademo.co – Memasuki musim penghujan, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Kendari, Fauziah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Hal ini disampaikan Fauziah saat diwawancarai awak media di Balai Kota Kendari, Senin (16/12/2024).

Bacaan Lainnya
 

“Memasuki musim penghujan ini masyarakat harus menjalankan pola hidup bersih dan sehat lebih ketat, terutama tentang kesehatan lingkungan dalam rangka pencegahan DBD. Karena ini termasuk penyakit yang penyebarannya melalui hewan, yakni nyamuk,” ungkap Fauziah.

Fauziah menekankan pentingnya penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan efektif.

“Harus menjalankan 3M Plus. Yakni menguras tempat penampungan air yang tidak terpakai atau jarang digunakan, menutup rapat-rapat tempat penampungan air yang digunakan sehari-hari, dan mengubur atau memusnahkan benda-benda bekas yang dapat menampung air hujan. Plusnya itu menggunakan lotion anti nyamuk atau kelambu pada saat mau tidur,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan potensi tempat berkembang biaknya nyamuk di lingkungan rumah.

“Kalau di rumah banyak pakaian yang bergantungan, itu akan menjadi tempat nyamuk berkembang biak, atau di genangan air,” tambahnya.

Terkait dengan fogging, Fauziah menyebut tindakan tersebut hanya dilakukan jika terdapat kasus DBD di wilayah tertentu dengan radius 100 meter dari lokasi pasien.

“Kalaupun kita terpaksa melakukan fogging, itu hanya jika ada kasus di daerah itu. Kalau tidak ada kasus, kita tidak melakukan fogging. Itu kan cairan kimia, sebenarnya tidak terlalu bagus juga untuk kesehatan, jadi sebisa mungkin kita mencegah dengan menerapkan pola hidup sehat,” bebernya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga memastikan ketersediaan abate bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau untuk abate, sepanjang stoknya ada, kami selalu siap menyalurkan. Saya sudah perintahkan di puskesmas tiap tahun, kalau hari posyandu tolong dibawa. Kalau ada yang minta, silakan diberikan. Kalau ada kasus, tolong dicatat alamatnya, kemudian akan kami jadwalkan untuk melakukan fogging,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa abate yang disediakan oleh Dinas Kesehatan diberikan secara gratis.

“Abate ini gratis ya, kecuali dari pihak swasta. Kalau dari Dinkes itu gratis,” tegasnya.

Fauziah juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus DBD di Kota Kendari.

“Alhamdulillah untuk saat ini belum ada laporan DBD masuk,” tutupnya.

*) Follow Kami di GOOGLE NEWS Untuk Mendapatkan Berita Terkini Lainnya
 

Konten sponsor pada widget dibawah ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Sultrademo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

Penulis: Arini Triana Suci Rahmadani
Editor: Redaksi

Pos terkait