Kendari, Sultrademo.co – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, kembali menggebrak struktur birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra dengan merotasi dan melantik 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta menugaskan sejumlah pejabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di berbagai posisi strategis.
Momentum ini adalah sebuah langkah taktis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan publik.
Dalam prosesi yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur pada Senin (26/5/2025), Gubernur menegaskan bahwa jabatan bukanlah hak apalagi hadiah, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menolak pendekatan birokrasi berbasis euforia atau kekecewaan dan mengajak seluruh pejabat untuk bekerja dengan hati, bukan ambisi.
“Saya tidak melihat siapa saudara, yang saya lihat adalah apa yang saudara bisa kerjakan. Integritas dan kerja nyata adalah standar utama,” tegasnya.
Daftar Pejabat yang Dilantik Berdasarkan SK Gubernur Sultra:
1. Laode Butolo, S.P, S.T., MM
Jabatan Lama: Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM
Jabatan Baru: Sekretaris DPRD Prov. Sultra (Eselon II A)
2. Dr. Ir. Sukanto Toding, MS., MA
Jabatan Lama: Asisten Administrasi Umum
Jabatan Baru: Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM (Eselon II A)
3. La Haruna, SP, M.Si
Jabatan Lama: Kadis Perkebunan dan Hortikultura
Jabatan Baru: Asisten Administrasi Umum (Eselon II A)
4. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, S.IP, M.Si
Jabatan Lama: Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan
Jabatan Baru: Kadis Perkebunan dan Hortikultura (Eselon II A)
5. Drs. Hj. Zanuriah, M.Si
Jabatan Lama: Kepala BKD
Jabatan Baru: Kadis PPPA-PK-KB (Eselon II A)
6. Muliadi, S.TP
Jabatan Lama: Kepala Biro Pemerintahan (Eselon II B)
Jabatan Baru: Pelaksana pada Biro Umum Setda
7. Iwan Susanto, SE, M.Si
Jabatan Lama: Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat
Jabatan Baru: Kepala Biro Pemerintahan Setda (Eselon II B)
8. Saido Bonsai, S.Sos, M.Si
Jabatan Lama: Kepala Biro Organisasi
Jabatan Baru: Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Eselon II B)
9. Yusmin, S.Pd, M.H
Jabatan Lama: Kadis Pendidikan dan Kebudayaan
Jabatan Baru: Kepala Biro Organisasi Setda (Eselon II B)
10. Nur Saleh, S.Pd, M.M
Jabatan Lama: Kadis Perpustakaan dan Kearsipan
Jabatan Baru: Asisten Pemerintahan dan Kesra (Eselon II A)
11. Hj. Usnia, Amd.Keb.,SKM
Jabatan Lama: Kadis Kesehatan
Jabatan Baru: Kadis Perpustakaan dan Kearsipan (Eselon II A)
12. Drs. La Ode Saifuddin, M.Si
Jabatan Lama: Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan
Jabatan Baru: Kepala BPBD Sultra (Eselon II A)
13. Muhammad Yusuf, S.E, M.Si
Jabatan Lama: Kepala BPBD
Jabatan Baru: Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Eselon II A)
14. Laode Muhammad Rizal Putra, S.STP
Jabatan Lama: Kepala Biro Umum
Jabatan Baru: Pelaksana pada Biro Umum Setda (mengundurkan diri)
Tidak hanya pelantikan, Gubernur juga menyerahkan surat tugas kepada 13 pejabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala perangkat daerah. Menariknya, banyak nama akademisi seperti Prof. Andi Khaeruni dan Prof. Aris Badara yang dipercaya mengisi jabatan teknis di lingkup Pemprov Sultra.
Beberapa posisi penting yang diisi oleh Plt antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala RSUD Bahteramas, dan Kepala BPKAD. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Gubernur membuka ruang regenerasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para ASN untuk menunjukkan kapasitas.
Dalam pidatonya, Andi Sumangerukka memberikan ultimatum bahwa seluruh pejabat akan dievaluasi setiap tiga bulan. Ia tak segan mengganti siapa pun yang dinilai tidak menjalankan amanah dengan baik.
“Jabatan tinggi itu bukan untuk dinikmati, tetapi untuk digerakkan. Jangan hanya duduk di kursi empuk. Kita ini pelayan rakyat, bukan penguasa,” tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa peluang terbuka bagi siapa pun yang punya kapasitas. Ia meminta para pejabat yang belum kebagian posisi untuk tidak berkecil hati, karena reformasi birokrasi adalah proses dinamis.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk bersinergi, menyingkirkan ego sektoral, dan berfokus pada pelayanan publik yang berdampak.
“Kita tidak bisa membangun Sultra sendirian. Yang kita butuhkan adalah kolaborasi dan kerja tulus. Mari wujudkan provinsi ini menjadi daerah yang lebih maju, sejahtera, dan religius,” pungkasnya.
Pelantikan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekda Provinsi, Ketua DPRD Sultra, serta para kepala OPD dan biro di lingkup Pemprov Sultra.
Laporan: Arini Triana Suci R










