Kendari, Sultrademo.co — Setelah sukses menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBM) di Kecamatan Kendari Barat, Selasa (15/7), Walikota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran kembali turun langsung ke lapangan. Kali ini, giliran warga Kecamatan Kendari yang menerima bantuan beras pada Rabu (16/7), bertempat di Kantor Kelurahan Gunung Jati.
Sebanyak 2.295 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan beras masing-masing 10 kilogram untuk periode Juni dan Juli 2025. Bantuan ini menyasar warga di sembilan kelurahan di wilayah Kecamatan Kendari.
“Bantuan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, apalagi saat harga beras melonjak. Negara harus hadir dan memberikan solusi,” ujar Walikota Siska dalam sambutannya.
Tak hanya menyalurkan bantuan, Walikota juga mengingatkan pentingnya hidup hemat dan bijak dalam mengelola makanan. Ia mengimbau warga untuk tidak membuang makanan yang masih layak dan mengambil makanan secukupnya guna menghindari pemborosan.
Selain itu, Siska Karina Imran juga mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk bertani mandiri. Ia menyebut tanaman seperti cabai, tomat, kelor, dan sayuran lainnya bisa ditanam sendiri untuk menunjang kebutuhan dapur.
“Kalau setiap rumah bisa menanam sendiri, kita bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pasar,” jelasnya.
Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Kendari untuk menjaga ketahanan pangan dan menstabilkan harga bahan pokok. Siska menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan harga dan menyesuaikan kebijakan demi menjaga kesejahteraan warga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, turut memastikan bahwa proses verifikasi penerima dilakukan secara ketat.
“Kami pastikan bantuan ini benar-benar sampai ke yang berhak, agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Dengan semangat gotong royong dan kebijakan yang pro-rakyat, Pemkot Kendari terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga kestabilan pangan dan ekonomi warga.
Laporan : Hani
Editor : UL










