Kendari, Sultrademo.co– Pemerintah Kota Kendari menaruh perhatian serius terhadap lonjakan inflasi yang terjadi pada Maret 2025. Dalam rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari, tercatat inflasi bulanan (month-to-month) mencapai 1,74 persen—naik signifikan dari bulan sebelumnya yang hanya 0,47 persen.
Asisten II Setda Kota Kendari, Jahudding, yang hadir dalam rilis data di Kantor BPS Kota Kendari, mengungkapkan bahwa lonjakan ini dipicu antara lain oleh berakhirnya subsidi pembayaran listrik yang sebelumnya diterima masyarakat.
“Hal ini berdampak pada kenaikan harga di sejumlah sektor,” ujarnya.
Jahudding juga menyoroti pengaruh kebijakan ekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat, yang meski tidak langsung, tetap bisa berdampak pada inflasi di daerah.
Oleh karena itu, Pemkot Kendari tengah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kemungkinan tekanan inflasi di masa mendatang.
“Kami berencana menggelar pertemuan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari yang dipimpin langsung oleh Ibu Wali Kota,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Kendari, Sultriawati Efendy, menyebut inflasi year on year (y-o-y) Kendari per Maret 2025 tercatat sebesar 1,39 persen.
Kelompok pengeluaran yang paling terdampak adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan kenaikan 4,19 persen.
Pemkot berharap langkah cepat dan terkoordinasi bisa meredam gejolak harga yang berdampak pada daya beli masyarakat.
Laporan : Hani
Editor : UL
 






