Kendari, Sultrademo.co – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari bakal menunggu hasil perencanaan pihak Lurah, RT/RW Wundumbatu Kecamatan Poasia terkait pembuangan air yang ada di sekitar BTN Multi Graha.
Ketua Komisi III DPRD Kendari La Ode Rajab Jinik, mengatakan, untuk mengerjakan pembuagan air atau kanal, perlu adanya pembebasan lahan agar menyelesaikan masalah banjir yang sering terjadi disaat hujan.
“Kita sudah tinjau lapangan disekitar Multi Graha, adapaun solusi yang nantinya akan kita lakukan masalah banjir yang ada, kita tunggu komunikasi masyarakat BTN Multi Graha. Karena ini menyangkut pembebasan lahan,” terang Rajab Jinik, Senin (07/6)
Rajab menjelaskan, sebenarnya disekitar BTN tersebut sudah ada infrastruktur yang dibuat pemerintah seperti drainase untuk menangani banjir. Hanya saja, tidak ada kesinambungan sehingga airya merembes tidak menentu arahnya.
“Kita tunggu pak lurah, RT, RW seperti apa perncanaan mereka, yang nantinya akan disodorkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). Termasuk juga meminta kesepakatan pemilik lahan. Jangan sampai kita sudah turun, masyarakat tidak terima lahan mereka dijadikan sebagai alternatif untuk mengurai air yang masuk ke Multi Graha,” jelas Rajab Jinik.
Sementara, Lurah Wundumbatu, Muh Azhar Raona menjelaskan, struktur tanah yang ada di Kelurhan Wundumbatu khususnya are BTN Multi graha tanahnya kebawah. Ditambah adanya pasang surut air yang ikut mempengaruhi terjadinya genangan ketika hujan tiba.
“Di belakang BTN itukan ada air tergenang. Yang menjadi masalah tidak ada jalan supaya air itu mengalir. Nah tadi DPRD sudah berikan masukan agar dilakukan pembebasan lahan sebelum mebuat kanal. Itu akan kami coba dan segera melaporkan,” tutup Azhar Raona.










